Siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menggulirkan program bedah rumah sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta), Pemkot Tangsel menargetkan perbaikan ratusan Rumah Tidak Layak Huni (RUTLH) atau program bedah rumah sepanjang tahun 2026.
Program bedah rumah ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menyediakan hunian yang aman, sehat, dan layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah di berbagai wilayah Tangsel.
Kepala Disperkimta Kota Tangsel, Aries Kurniawan, mengungkapkan bahwa pada tahun ini pihaknya menargetkan perbaikan sebanyak 329 unit rumah yang tersebar di seluruh kecamatan.
“Saat ini kami masih berada pada tahap pengumpulan data usulan dari masyarakat, yang selanjutnya akan dilakukan proses verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan penerima bantuan,” katanya dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (7/1/2026).
Aries menjelaskan, mayoritas usulan program bedah rumah tersebut berasal dari jalur Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Dari seluruh kecamatan, wilayah Pondok Aren tercatat sebagai daerah dengan jumlah usulan terbanyak.
Usulan bantuan perbaikan rumah diajukan secara berjenjang, dimulai dari ketua RT dan RW, kemudian diverifikasi oleh lurah dan camat, sebelum akhirnya diproses lebih lanjut oleh Disperkimta Kota Tangsel.
Adapun warga yang ingin mengajukan program RUTLH wajib memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya memiliki KTP atau domisili Kota Tangsel, sudah berkeluarga, berpenghasilan di bawah Upah Minimum Kota (UMK), memiliki rumah sendiri dengan kondisi tidak layak huni, serta menempati lahan berstatus hak milik atau dikuasai dengan luas maksimal 120 meter persegi.
Selain itu, calon penerima bantuan juga tidak boleh tercatat sebagai penerima bantuan perumahan dari instansi atau pihak mana pun.
Sementara itu, kriteria rumah yang dapat diperbaiki mencakup struktur bangunan yang tidak memenuhi standar keselamatan, belum memiliki sanitasi layak, serta minim pencahayaan dan sirkulasi udara yang sehat.
“Sejak program ini berjalan dari tahun 2012 hingga 2025, total sudah 2.901 unit rumah tidak layak huni yang berhasil kami perbaiki. Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Aries.
Melalui program RUTLH ini, Pemkot Tangsel berharap dapat menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat, aman, dan manusiawi, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

