siarnitas.id – Pemerintah mulai mengembangkan moda transportasi baru di Jabodetabek untuk memperkuat konektivitas. Moda ini dirancang sebagai penghubung kawasan penyangga menuju jaringan angkutan massal utama seperti MRT dan LRT.

“Kami mencoba ada satu jenis kereta baru yang kita sebut dengan Skytrain. Skytrain yang kereta api berpenggerak tapi ya, sarananya itu berpenggerak, bukan cable train. Tapi sarana berpenggerak ini kita coba dua feeder yang kita lakukan,” kata Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, Risal Wasal, dikutip Senin (5/1/2025).

Berbeda dengan kereta gantung, Skytrain merupakan moda mandiri yang tidak bergantung pada kabel. Fokus utamanya adalah sebagai feeder dari kawasan hunian menuju jaringan angkutan massal yang sudah ada.

BACA JUGA :  Libur Nataru 2025/2026, Tiket Kereta Api Ludes 91 Persen! Rute Favorit Ini Paling Diburu Penumpang

Salah satu koridor yang dikaji berada di arah selatan Jakarta, meliputi Bintaro dan Pondok Cabe.

“Bagaimana feeder MRT yang di Lebak Bulus itu kita konsepkan dari BSD sampai ke MRT Lebak Bulus. Nah dia bisa lewat Bintaro atau masuk Tangerang Selatan yang nantinya lewat ke Pondok Cabe, bisa dua jalur,” jelas Risal.

Selain Tangerang Selatan, pengembangan juga mencakup kawasan timur Jabodetabek. Feeder ini diharapkan memperluas jangkauan LRT Jabodebek hingga lebih dekat dengan permukiman di Bogor dan sekitarnya, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi untuk mencapai stasiun.

“Yang satu lagi yang mendukung LRT Jabodebek di Cibubur. Di Cibubur dari Mekarsari atau sampai sana lagi dari Cariu (Jonggol Kabupaten Bogor) sampai ke Stasiun Cibubur ini,” ujar Risal.

BACA JUGA :  Atasi Sampah, Bupati Tangerang Canangkan Program 'KURASAKAN'

Menurut Risal, tantangan utama sistem transportasi Jakarta kini bukan di jalur utama. Infrastruktur MRT, LRT, dan BRT sudah ada, namun akses awal dan akhir perjalanan (first mile & last mile) masih menjadi kendala. Skytrain diproyeksikan menjadi solusi penting.

“Jakarta kita punya feeder, punya trunk line dengan kereta api. Ada LRT Jabodebek, ada MRT Jakarta, ada BRT dan lain-lain. Namun kita punya masalah di first mile dan last mile-nya nih, bagaimana masyarakat di daerah itu di Bogor, Bekasi, Tangerang menuju simpul pertamanya tadi naik LRT MRT. Mencari suatu moda transportasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat yang mudah, aman, nyaman, selamat, murah akhirnya nantinya,” jelas Risal.

BACA JUGA :  DLH Tangsel Gencarkan Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News