Beranda Eksekutif Program Bapak dan Bunda Asuh, Pemkot Tangsel Gencarkan Penurunan Angka Stunting Jadi...

Program Bapak dan Bunda Asuh, Pemkot Tangsel Gencarkan Penurunan Angka Stunting Jadi 8 Persen

212
0
stunting di tangsel
Foto: Forkopimda Tangsel

Tangerang Selatan, siarnitas.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus menggencarkan penurunan angka stunting menjadi 8 persen, dengan melalui program bapak dan bunda asuh.

Hal itu diungkapkan oleh Walikota Tangsel, Benyamin Davnie usai kegiatan Rembuk Stunting Kota Tangsel tahun 2023 di Aula Blandongan, Pemkot Tangsel, pada Rabu (26/7/2023).

Baca Juga : PPDB 2023 Tingkat SMP di Tangsel Berjalan Sukses dan Kondusif

Menurut Benyamin, dalam menurunkan angka stunting, semua pihak harus terjun langsung untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya asupan gizi.

“Kita bermusyawarah, mensepakati semua pihak terjun turun bergerak untuk menurunkan angka stunting di Tangerang Selatan, yang tadinya tahun kemarin itu 9 persen menjadi 8 persen untuk tahun 2023 ini,” kata Benyamin di lokasi.

“Perlu gerak bersama, karena ini persoalan bagaimana menyadarkan masyarakat pentingnya asupan gizi, pentingnya pendidikan dan sebagainya. Jadi semua Forkompinda, Eselon 2, Eselon 3, Eselon 4, menjadi bapak asuh buat stunting di Kota Tangerang Selatan yang memang tadi datanya ada 933 anak yang harus kita selesaikan stuntingnya,” sambung dia.

Benyamin menjelaskan, melalui program bapak dan bunda asuh tersebut, tugas dari Forkopimda adalah membina dan mengingatkan keluarganya untuk asupan kecukupan gizinya yang seimbang.

Tidak hanya Forkopimda, akan tetapi pihaknya juga berkolaborasi dengan swasta dan direktur Rumah Sakit untuk menjadi bagian dari bapak dan bunda asuh.

“Swasta juga ada, kemudian direktur Rumah Sakit kita mintakan juga menjadi bapak atau bunda asuh stunting di Kota Tangerang Selatan,” ungkapnya.

Maka dari itu, untuk menurunkan angka stunting tersebut, Pemkot Tangsel menggelontorkan sebanyak Rp 154,5 miliar dari APBD.

“Ada Rp 154,5 miliar yang kita gelontorkan dari APBD untuk menurunkan angka stunting, dengan harapan bahwa bukan saja gizinya tercukupi, tapi kesadaran masyarakatnya meningkat seperti itu,” ungkapnya.

Selain itu kasus stunting, Pemkot Tangsel sampai saat ini belum menerima adanya laporan kasus obesitas. Sehingga, kini pihaknya sudah bersiap siaga apabila ada kasus obesitas di wilayah Tangsel.

“Alhamdulillah sampai hari ini di Tangerang Selatan belum dapat laporan saya mengenai kasus obesitas ya,” jelas Benyamin.

“Tapi kalaupun ada tolong informasikan kepada kami, nanti akan kita lakukan penanganan secepatnya,” tandasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini