siarnitas.id — Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Banten, Bima Rizky, mengapresiasi langkah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang mengusulkan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
Menurut Bima Rizky, usulan tersebut merupakan bagian penting dari proses regenerasi dan penguatan kepemimpinan di tubuh Polri, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan, penegakan hukum, serta kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian yang profesional dan berintegritas.
“SEMMI Banten mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dalam mengusulkan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri. Ini merupakan proses konstitusional yang selanjutnya harus dijalankan secara transparan dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” ujar Bima Rizky dalam keterangannya pada Kamis (1/10/2026).
Bima menilai pengalaman Suyudi Ario Seto di lingkungan Polri maupun dalam memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi bagian dari rekam jejak yang dapat menjadi pertimbangan dalam melihat kapasitasnya untuk memimpin institusi Polri.
Suyudi Ario Seto merupakan lulusan Akpol 1994 dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolda Banten. Pada Agustus 2025, ia dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BNN RI dan kemudian menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi.
“Pengalaman beliau dalam kepolisian dan pemberantasan narkotika tentu menjadi bagian dari perjalanan profesional yang relevan. Namun yang paling penting ke depan adalah bagaimana kepemimpinan Polri mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui penegakan hukum yang profesional, transparan, berkeadilan, serta menghormati hak-hak masyarakat,” kata Bima.
Bima juga menekankan bahwa proses pergantian Kapolri harus tetap berjalan sesuai ketentuan konstitusional. Presiden telah mengirimkan Surat Presiden kepada DPR terkait usulan pemberhentian dan pengangkatan Kapolri, dan pada Kamis, 1 Oktober 2026, Komisi III DPR RI melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri.
SEMMI Banten, lanjut Bima, berharap proses tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat agenda reformasi kepolisian, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan profesionalitas dan akuntabilitas institusi Polri.
“Kami berharap proses ini tidak berhenti pada pergantian figur, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat reformasi Polri. Tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga Polri membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga profesionalitas, meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperkuat penegakan hukum, serta memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.
Bima juga menyampaikan bahwa SEMMI Banten siap menjadi bagian dari kelompok masyarakat sipil yang konstruktif dalam mengawal agenda kebangsaan dan reformasi institusi penegak hukum.
“Mahasiswa dan pemuda harus mengambil posisi sebagai mitra kritis pemerintah. Kami siap memberikan dukungan terhadap kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat sekaligus tetap melakukan pengawasan secara objektif apabila terdapat persoalan yang perlu dikritisi,” tutup Bima Rizky.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

