siarnitas.id – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan program nasional tersebut berjalan sesuai standar nasional, transparan, dan benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah terpencil dan masyarakat adat Baduy.

“Kami hadir lengkap dari provinsi hingga kabupaten dan kota. Ini bukti komitmen kami agar program MBG benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Banten,” ujar Andra Soni usai menghadiri Konsolidasi Regional Peningkatan Tata Kelola Program MBG di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, ditulis Selasa (14/10/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan diikuti oleh seluruh kepala daerah dari Provinsi Jawa Barat, Daerah Khusus Jakarta, dan Banten, termasuk seluruh bupati dan wali kota se-Banten.

Turut mendampingi Gubernur, Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah dan Sekretaris Daerah (Sekda) Deden Apriandhi Hartawan, serta seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi, mitra, dan perwakilan yayasan dari tiga provinsi tersebut.

BACA JUGA :  935 Guru PPPK di Tangsel Formasi Tahun 2022 Dilantik

Menurut Andra, kehadiran lengkap seluruh kepala daerah di konsolidasi tersebut menegaskan semangat dan tekad kuat Pemprov Banten dalam menyukseskan pelaksanaan MBG di daerah.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan setiap SPPG berjalan transparan, akuntabel, dan memenuhi standar pengelolaan yang ditetapkan BGN.

“SPPG harus terbuka dan memenuhi standar. Provinsi, kabupaten, dan kota punya tanggung jawab memastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” tegasnya.

Melalui penerapan standar pelayanan tersebut, seluruh kegiatan penyediaan dan distribusi makanan bergizi diharapkan dapat berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Gubernur Andra juga mengungkapkan bahwa Satgas MBG Provinsi Banten telah dibentuk untuk mempercepat pelaksanaan program di lapangan.

Satgas ini dipimpin langsung oleh Sekda Deden Apriandhi, dengan melibatkan unsur dari BGN untuk memperkuat koordinasi, supervisi, dan pengawasan program prioritas nasional tersebut.

BACA JUGA :  Cek Jadwal Pelayanan SIM Keliling di Tangsel Senin 1 Desember 2025

“Satgas ini bertugas mempercepat pelaksanaan di lapangan,” jelas Andra.

Program MBG di Banten nantinya akan melibatkan sekitar 1.300 SPPG, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemprov bersama pemkab/pemkot wajib memastikan seluruh SPPG di wilayah 3T dapat beroperasi dan melayani masyarakat setiap hari.

“Daerah 3T tetap menjadi perhatian. Wilayah terpencil terus kita data, karena penanganannya memang perlu pendekatan khusus agar masyarakat bisa terlayani setiap hari,” ujarnya.

Tak hanya itu, Andra Soni juga memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat adat Baduy. Menurutnya, adat tersebut memiliki hak yang sama atas program MBG dan harus dijamin pemenuhannya tanpa diskriminasi.

“Salah satu yang harus kita pikirkan adalah masyarakat adat Baduy, karena ini menyangkut hak. Kita bicara tentang hak yang harus dipenuhi negara,” tegasnya.

Ia menambahkan, koordinasi antara Pemprov Banten, pemerintah kabupaten/kota, dan jajaran BGN saat ini berlangsung intensif dan sinergis, terutama melalui dukungan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program di daerah.

BACA JUGA :  Junaidi Rusli, Siap Jadi Calon Ketua PWI Banten Periode 2024-2029

“Setiap hari saya berkomunikasi dengan SPPI regional Banten. Mereka sudah bekerja baik, tinggal kita dukung agar lebih maksimal,” katanya.

Menurut Gubernur, kerja cepat para SPPI dan koordinator lapangan telah menunjukkan hasil nyata dalam waktu singkat. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar kualitas pelaksanaan program semakin optimal.

Melalui kegiatan konsolidasi ini, Andra Soni berharap sinergi antarkepala daerah semakin kuat dan berkesinambungan, sehingga pelaksanaan MBG tidak hanya menjamin kecukupan gizi anak-anak dan masyarakat rentan, tetapi juga memperkuat peran daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

“Program MBG bukan sekadar kegiatan, tapi investasi besar dalam membangun generasi sehat dan kuat. Banten siap memastikan pelaksanaannya hingga ke pelosok,” pungkasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News