Siarnitas.id – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola persampahan melalui pendekatan hulu–hilir serta peningkatan peran aktif masyarakat.

Hal ini disampaikan Benyamin sebagai respons atas masih perlunya inovasi dan penguatan strategi untuk mengaktifkan bank sampah agar lebih produktif dan jumlahnya terus bertambah.

Menurut Benyamin, pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan satu sisi. Pemerintah perlu memperkuat penanganan di hulu melalui teknologi dan regulasi, sementara pada hilir harus mendorong partisipasi masyarakat, termasuk melalui bank sampah.

“Penanganan sampah ini di hulu dengan di hilir, di teknologi itu adalah penanganan di hulunya. Di hilir ini peran masyarakat bank sampah ini harus terus kita berikan insentif supaya mereka mau mengolah sampah. Reuse, recycle, reduce yang bisa mempunyai nilai ekonomi,” katanya di DPRD Tangsel, pada Rabu (26/11/2025).

BACA JUGA :  Polsek Mauk Berbagi Masker Untuk Tingkatkan Prokes

Benyamin mengatakan bahwa bank sampah di Tangsel sejauh ini sudah menunjukkan banyak inisiatif besar.

Namun, pemerintah masih perlu mendorong kolaborasi lebih kuat dengan berbagai pihak, termasuk pelaku lapak dan pemangku kepentingan lain.

Ia juga mengingatkan bahwa pembakaran sampah di lingkungan masyarakat bukanlah solusi, karena selain menimbulkan polusi, tindakan tersebut juga melanggar aturan.

Di sisi lain, Pemkot Tangsel juga terus mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) serta berencana kembali mengaktifkan aturan pelarangan kantong plastik sekali pakai di pertokoan dan lingkungan masyarakat.

Kebijakan tersebut dinilai perlu dijalankan kembali setelah sebelumnya dinilai kurang efektif akibat minimnya pengawasan.

“Saya ingin aktifkan kembali nanti pelarangan penggunaan kantung plastik di pertokoan dan masyarakat. Nah itu harus kita aktifkan kembali, dulu ketuanya sudah ada, tetapi nampaknya tidak efektif berjalan karena kurangnya pengawasan, nanti akan kita lakukan lagi seperti itu,” tegas Benyamin.

BACA JUGA :  Jari '98 Gelar Konser Suara Rakyat, Pengamat: Getaran Sosial Dari Kaum Marjinal

Terkait bentuk insentif, Benyamin menjelaskan bahwa pemerintah sudah memberikan berbagai fasilitas untuk mendukung kinerja bank sampah.

Bantuan tersebut mencakup timbangan, laptop, hingga kerja sama dengan pihak perbankan agar layanan penjemputan dapat dilakukan secara langsung.

Ke depan, Pemkot Tangsel juga tengah mempertimbangkan pemberian insentif lebih memadai untuk bank sampah berprestasi.

“Yang sudah kita lakukan misalnya bagi bank sampah itu kita berikan alat-alat yang dibutuhkan mereka. Selain timbangan, pernah kita juga berikan laptop, pernah kita komunikasikan dengan perbankan supaya dijemput bola dan sebagainya. Dan nanti bagi bank sampah yang berprestasi ini mungkin nanti akan kita pikirkan untuk diberikan insentif yang memadailah,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pemkot Tangsel Targetkan PLTSa Beroperasi Pada Tahun 2027

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Tangsel berharap tata kelola sampah semakin terarah, bank sampah semakin menggeliat, dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan terus tumbuh.

Upaya ini juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News