Siarnitas.id – Belasan pedagang kaki lima yang kerap berjualan di sekitaran Pasar Mambo bertandang ke Gedung DPRD Kabupaten Majalengka, Jum’at (9/4/2021).

Kedatangan mereka ke gedung dewan itu, ingin menyampaikan beberapa permasalahan terkait penerapan jalur satu arah di sepanjang Jalan Siti Armilah yang diresmikan beberapa waktu lalu.

” Mambo teh kan ada informasi mau di relokasi, tapi kami tidak mau di relokasi, maunya penataan aja,” Kata Yaya Sutarya (43), di Depan Gedung DPRD Kabupaten Majalengka.

Yaya juga menjelaskan sekitar 52 Pedagang Kaki Lima yang berjualan di sepanjang Pasar Mambo merasa di rugikan, bahkan beberapa diantaranya ada pedagang yang keluar dan memilih lapak baru.

” Jumlah total 52 Pedagang berikut yang keluar karena tidak tertampung, tadinya di jalur Ahmad Yani ada lebih dari 10 pedagang, terus di lempar ke SMA 2, ada yang pindah kontrak, dan ada yang pindah ke jalur Babakan Jawa,” Jelasnya.

Bahkan, tidak jarang beberapa PKL mengeluhkan rendahnya pendapatan yang mereka terima setelah pemberlakuan jalur satu arah tersebut.

” Dampaknya ekonomi, rugilah, biasanya dapat 700 – 800 perhari, sekarang paling 300-400 setengahnya, itu saya yang dagang es kelapa, udah 3 bulan, itu tukang Tutut yang ikonnya kota Mambo biasanya dapat 300 – 400, sekarang 100-200, turunnya drastis,” Tambahnya.

Kendati begitu, Yaya menyarankan dan meminta agar para PKL di Pasar Mambo tetap berjualan di pesisir jalan secara normal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini