siarnitas.id – Di tengah dunia yang kian dilanda konflik dan krisis global, negara kembali menunjukkan kehadirannya, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia berhasil memulangkan puluhan ribu warga negara Indonesia (WNI) dari berbagai situasi darurat sepanjang tahun 2025.

“Sepanjang tahun 2025, Indonesia telah memulangkan 27.768 warga negara Indonesia dari berbagai situasi krisis, mulai dari konflik bersenjata hingga kejahatan transnasional seperti online scam dan judi daring,” ujarnya, saat menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026, dikutip Kamis (15/1/26).

Sugiono menegaskan, langkah besar tersebut bukan sekadar misi evakuasi, melainkan wujud nyata diplomasi Indonesia yang berpihak pada rakyat.

BACA JUGA :  Tak Sekadar Peta, Menlu Sugiono Tegaskan Batas Wilayah RI Penentu Stabilitas Kawasan

Menurutnya, diplomasi Indonesia berangkat dari kebutuhan rakyat, kepentingan nasional, serta kewajiban konstitusional negara untuk hadir dan melindungi seluruh warga negaranya.

Ia menekankan bahwa pelindungan WNI merupakan pilar utama diplomasi Indonesia dan sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 untuk “melindungi segenap rakyat Indonesia”.

Lebih jauh, Sugiono memandang upaya pelindungan WNI sebagai indikator penting dalam mengukur ketahanan nasional.

Kehadiran negara di saat rakyat menghadapi ancaman di luar negeri menjadi tolok ukur seberapa kuat peran negara dalam melindungi warganya.

“Diplomasi adalah sebuah instrumen negara untuk memastikan rakyat aman, sejahtera, dan terlindungi di tengah situasi dunia yang semakin tidak menentu,” jelasnya.

Ia mengatakan, keberhasilan pemulangan WNI sepanjang 2025 mencerminkan peran aktif negara dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks dan tidak terduga.

BACA JUGA :  Bazar Ramadan Tangsel Sediakan Sembako Murah Disetiap Kecamatan, Catat Tanggalnya!

Menlu pun memastikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI akan terus mengoptimalkan pelindungan WNI, antara lain melalui penguatan kemitraan internasional serta peningkatan kesiapsiagaan perwakilan RI di luar negeri dalam menghadapi kondisi darurat.

Selain itu, Kemlu RI akan memperkuat sistem peringatan dini untuk mengantisipasi potensi krisis, sekaligus memajukan digitalisasi layanan bagi WNI di luar negeri, tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiono turut mengapresiasi seluruh Perwakilan RI di luar negeri yang terlibat langsung dalam pembebasan WNI, penyelesaian berbagai persoalan yang menimpa WNI, hingga memastikan pemulangan mereka ke tanah air dengan selamat sepanjang 2025.

Di akhir pernyataannya, Sugiono menyampaikan bahwa pemberdayaan diaspora juga menjadi fokus utama Kemlu RI.

BACA JUGA :  Resmi! Gedung SMPN 24 Tangsel Sudah Mulai Beroperasi

Ia menilai diaspora memiliki peran strategis sebagai subjek pembangunan sekaligus aset ketahanan nasional.

Untuk mendukung hal tersebut, Kemlu RI telah membentuk unit kerja khusus diaspora guna memastikan kebijakan yang lebih terarah dan berdampak, termasuk melalui inisiatif Nomor Induk Diaspora serta sistem Satu Data Diaspora.

“Tujuannya adalah untuk memastikan peran diaspora diakui, dihargai, dan dioptimalkan untuk pembangunan nasional,” jelasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News