Menanamkan Nilai Pancasila Untuk Melawan Radikalisme di Era Digital

0

Memaknai hari lahir Pancasila di era digital tentunya memiliki peran penting untuk masyarakat , dan menanamkan nilai Pancasila era digital harus dilakukan agar masyarakat lebih cerdas dalam menyikapi segala sesuatu tentang sebuah dasar negara.

Sobat Seber Indonesia (SCI) memperingati hari lahirnya Pancasila dengan mengadakan dalam Webinar yang diselenggarakan melalui chanel youtube Sobat Cyber Indonesia Official terkait nilai Pancasila, Selasa (02/06/2020).

Dihadiri oleh Bapak. Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, S.I.P (Kepala Staff Kepresidenan Republik Indonesia). Bapak Komjend. Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H Kepala BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), Bapak. Aris Heru Utomo (Dir. Sosialisasi Komunikasi dan jaringan BPIP), Selasa (02/06/2020).

“Sebagai generasi muda tentu kita harus mampu bertahan dan unggul disegala kondisi, ditengah pandemi Covid-19 yang sedang kita alami, semoga masyarakat dan juga generasi millenial mampu memanfaatkan ruang digital dengan sebaik-baiknya,” ujar Firna selaku Ketua Umum Sobat Cyber Indonesia

Dalam Webinar tersebut TNI Purn H. Moeldoko mengatakan bahwa hasil survey terhadap hoaks yang paling di terima tentang sosial pilitik, sara, dan sangat berharap terhadap BPIP bisa memanfaatkan peran serta fungsi media atau digital untuk dapat meningkatkan nasionalisme.

“Hasil survey dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet 2017 jenis hoaks yang sering diterima, pertama dari sosial politik 91.8%, sara 88,6% makna nya kita mesti prihatin, kenapa energi kita tidak dihabiskan diluar sektor secara politik, dan ini cukup seksi dan menarik, karena dari situ kita mudah mengadu orang,” kata Jenderal TNI Purn H. Moeldoko.

“Saya sangat berharap BPIP bisa memanfaatkan media dengan sebaik-baiknya yang sejalan dengan apa yang diinginkan dari anak-anak muda dan masyarakat indonesia yang mudah dipahami, mudah di implementasikan, mudah dijalankan, karena rasa nasionalisme masih sangat tinggi, anak-anak muda menjadi kebanggaan tersendiri untuk negara. Tanpa ideologi yang kuat tidak ada negara yang kuat. Dengan ideologi yang kuat, negara ini menjadi besar,” imbuhnya

Seperti yang ungkapkan oleh Bapak Komjend Pol Boy Rafli Amar, bahwa Pancasila sebagai moral publik bangsa indonesia, pancasila sebagai acuan bersama, karena untuk meredam radikalisme adalah pancasila tidak ada lagi.

“Pancasila mengusung nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan jadi kita semua diajarkan bagaimana kita menghormati martabat manusia, bagaimana kita mengusung nilai-nilai budaya bangsa indonesia. Pancasila mengajarkan kita untuk bersatu ditengah perbedaan persatuan indonesia,” ungkap Boy Rafli Amar.

“Ada tantangan besar untuk generasi milenial karena tranformasi nilai hari ini di era keterbukaan teknologi informasi. Transformasi global itulah yang artinya merusak tatanan pikiran orang yang mengarah akhirnya berpikir ke radikal tersebut. dan para penyebar isu – isu radikalisme menggunakan media soisal, mereka sangat paham sadar media mereka menggunakan spirt of radicalism itu dengan menggunakan medsos,” tambah nya.

Direktur sosialisasi, komunikasi dan jaringan BPIP, Aris Heru Utomo, mengatakan penanaman nilai Pancasila dengan beberapa cara kekinian agar sosialisasi yang dilakukan dapat tersampaikan.

“Melakukan penanaman nilai Pancasila dengan pendekatan, baik melakukan pendekatan formal, non formal maupun informal, intinya mencoba menggunakan semua kanal dengan cara-cara kekinian untuk mensosialisasikan menanamkan nilai-nilai Pancasila didalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” kata Aris Heru Utomo. (Bams)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini