Siarnitas.id – Di tengah riuhnya tudingan infaq wajib yang menyeret nama SMP Negeri 10 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), fakta lain ikut terkuak dan memantik perhatian publik, kali ini sorotan tertuju pada mobil operasional sekolah yang belakangan diketahui berasal dari dana infaq siswa dan orang tua murid.

Fakta tersebut diungkap langsung oleh Kepala SMPN 10 Tangsel, Kunardi, saat memberikan klarifikasi atas polemik yang viral di media sosial.

“Begitu saya datang (menjabat kepala sekolah), saya tahu ada mobil APV. Saya bertanya, mobil ini dari mana? Ternyata itu mobil peninggalan sebelumnya yang diperoleh dari infaq,” ungkap Kunardi kepada redaksi siarnitas.id pada Kamis (8/1/2026).

BACA JUGA :  Warga Tangsel Demo Tolak Penutupan Jalan BRIN, Begini Respon Benyamin

Menurutnya, dana infaq tersebut pada awalnya ditujukan untuk pembangunan masjid sekolah, namun karena keterbatasan dana dan proses pembangunan yang belum memungkinkan, penggunaannya sempat dialihkan untuk pembelian mobil operasional.

Dijual Demi Luruskan Niat Awal

Tak ingin polemik berlarut dan penggunaan dana menyimpang dari tujuan awal, Kunardi mengaku mengambil langkah tegas.

Mobil operasional tersebut akhirnya dijual, dan hasil penjualannya dikembalikan sepenuhnya untuk pembangunan masjid.

“Karena tujuannya dari awal adalah bangun masjid, maka mobilnya saya jual dan saya kembalikan ke penggunaan yang sebelumnya,” tegasnya.

Dana hasil penjualan mobil tersebut, kata Kunardi, digunakan sebagai modal awal pembangunan masjid yang kini sudah berdiri meski belum rampung.

BACA JUGA :  Pemkot Tangsel Gandeng Indoplas-CNTY Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di TPA Cipeucang

“Masjid yang sekarang berdiri ini, yang baru sekitar 40 persen, itu salah satunya dari situ,” jelasnya.

Jejak Infaq Sebelum Kunardi Menjabat

Kunardi juga mengungkap bahwa praktik penghimpunan infaq sudah berlangsung sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah.

Saat itu, dana infaq digunakan untuk kebutuhan lain, seperti perbaikan ruang kelas yang dialihfungsikan menjadi mushola.

“Sebelum saya datang, memang sudah ada. Dulu digunakan untuk perbaikan kelas, dirubah ke mushola. Belum ke arah masjid,” katanya.

Setelah menjabat, ia mengaku meniatkan kembali penggunaan dana tersebut secara lebih terarah.

“Saya bismillah, niatnya baik. Masa menghadirkan sarana ibadah enggak bisa walaupun berproses dan pelan-pelan,” ucapnya.

Jadi Babak Baru Polemik Infaq

BACA JUGA :  Turnamen PTMP Tangsel 2025 Resmi Digelar, Puluhan Peserta Ramaikan Arena

Terungkapnya asal-usul mobil operasional ini menambah babak baru polemik infaq SMPN 10 Tangsel.

Di satu sisi, langkah penjualan mobil dinilai sebagai upaya meluruskan penggunaan dana.

Namun di sisi lain, publik tetap menuntut transparansi dan kejelasan pengelolaan infaq di sekolah negeri.

Hingga kini, isu tersebut masih menjadi perbincangan hangat di media sosial, seiring harapan agar pemerintah daerah turun tangan memastikan tata kelola dana pendidikan berjalan sesuai aturan dan asas akuntabilitas.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News