Beranda Tangerang Selatan Akibat Terlilit Hutang, Seorang Satpam Tewas Gantung Diri di Pondok Aren

Akibat Terlilit Hutang, Seorang Satpam Tewas Gantung Diri di Pondok Aren

1017
0
Gantung diri
Ilustrasi

siarnitas.id – Malang, seorang satpam berinisial B (42) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar rumahnya yang berkediaman di Gang H Biru Nomor 26, RT 03/4, Kelurahan, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (21/5/2022).

Kejadian tragis itu sempat direkam oleh warga hingga videonya viral di media sosial.

Korban yang diketahui berprofesi sebagai satpam di salah satu sekolah tampak ditemukan tergantung dengan leher terikat seutas tali yang terikat di atap kamar rumahnya.

“Jasad korban ditemukan sekitar pukul 11.30 Wib, saat ditemukan posisinya tergantung di dalam kamar, udah ngeluarin bau. Lehernya terikat tali. Kalau dia pekerjaannya itu sebagai sekuriti sekolah,” tutur Ketua RT 03, Abdul Aziz.

Di lokasi kejadian, Azis menyebutkan warga menemukan sebuah ponsel dan ada pesan singkat yang ditulis korban sebelum ditemukan meninggal.

“Isi pesannya, korban berniat akan bunuh diri. Namun pesan tersebut belum sempat dikirimkan,” kata Aziz.

Dia menceritakan, bahwa beberapa hari lalu korban sempat ditemui putrinya berinisial KH untuk mengantar makanan. Saat itu, korban sempat melontarkan kalimat yang menyatakan akan segera mengakhiri hidup.

“Memang dari tetangga tetangga sudah pada ngomong, katanya sempat bilang mau bunuh diri,” katanya.

Setelah perceraian dengan sang istri, korban tinggal seorang diri di rumah. Sedangkan anaknya tinggal terpisah dengan keluarganya masing-masing. Diduga, korban bunuh diri akibat depresi soal ekonomi.

“Kalau menurut tetangganya, dia sering cerita banyak banget tagihan (utang). Tapi saya sendiri kurang tahu, utang di mana-di mana nya,” jelasnya.

Salah seorang warga sekitar, Sugi menuturkan, korban diduga alami depresi karena faktor ekonomi setelah bercerai dengan istrinya, sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. “Kemungkinan stres karena masalah utang,” kata Sugi (39).

Dugaan tersebut, diperkuat saat petugas dari Polsek Pondok menemukan hand pone (HP). Korban sempat menulis pesan singkat Via WA dari HP milik korban, namun belum sempat terkirim.

Kapolsek Pondok Aren Kompol Dimas Aditia menerangkan, korban kelahiran Jakarta yang bekerja sebagai karyawan swasta. Korban ditemukan warga dalam kondisi tergantung.

“Dari keterangan sementara, saksi mencium bau bangkai di rumah tinggal korban. Kemudian mengabarkan kepada saudara Rizky (Saksi). Kemudian melaporkan kepada ketua RT saudara Azis,” terang Kapolsek dalam keterangan pers, Sabtu (21/5/2022).

Selanjutnya, warga membuka paksa lantaran pintu dalam keadaan terkunci dari dalam rumah dan saat ditemukan korban dalam posisi tergantung di dalam kamar.

“Dari keterangan anaknya, empat hari sebelumnya sempat bertemu dengan korban untuk mengantarkan makanan. Korban sempat mengatakan akan minum racun serangga karena terlilit utang,” ungkap Dimas.

Dari barang barang bukti yang ditemukan, korban sempat menulis pesan singkat Via WhatsApp dari telepon genggam milik korban, namun belum sempat terkirim, tertulis akan mengakhiri hidupnya.

“Dipastikan korban depresi dan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Diduga korban, meninggal 3 hari yang lalu. Karena kondisi kulit sudah mengelupas dan menebar bau busuk,” paparnya.

“Pukul 13.00 WIB. Jenazahnya sudah dievakuasi ke RSUD Tangerang. Dan kasusnya sudah ditangani Polsek Pondok Aren/Polres Tangsel,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini