Siarnitas.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memproyeksikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 mencapai Rp4,96 triliun.
Proyeksi tersebut disampaikan Walikota Tangsel Benyamin Davnie dalam rapat paripurna DPRD Tangsel dengan agenda penyampaian Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2027, Kamis (10/9/2026).
Dalam rancangan tersebut, total APBD Tangsel 2027 diproyeksikan sebesar Rp4.960.189.127.214. Sementara pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp4.576.925.917.702.
Benyamin mengatakan, rancangan APBD tersebut selanjutnya akan dibahas bersama DPRD melalui Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah.
“Ya alhamdulillah, paripurna hari ini saya menyampaikan nota keuangan untuk rencana APBD 2027 ya,” kata Benyamin, kepada awak media di DPRD.
Ia menyebut total belanja daerah dalam rancangan APBD 2027 berada di kisaran Rp4,9 triliun.
“Tadi sudah saya sampaikan secara resmi dengan total anggaran kurang lebih Rp4,9 triliun total belanja daerah,” ujarnya.
Sedangkan pendapatan daerah direncanakan sekitar Rp4,5 triliun.
“Kemudian juga rencana pendapatan daerahnya sebesar Rp4,5 triliun,” jelasnya.
Menurut Benyamin, hampir seluruh kelompok belanja mengalami kenaikan dibandingkan APBD murni 2026. Kenaikan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah.
“Semua belanja saya kira mengalami kenaikan ya, sesuai dengan kebutuhannya,” katanya.
Benyamin memperkirakan kenaikan APBD 2027 sekitar Rp300 miliar dibandingkan APBD murni 2026.
“Kenaikannya 300-an miliar ya,” ujarnya.
Ia bahkan berharap nilai APBD Tangsel dapat kembali meningkat setelah pembahasan perubahan anggaran.
“Nanti mudah-mudahan dengan perubahan APBD 2027 kita bisa di atas 5 triliun,” ungkapnya.
Belanja Daerah Diproyeksikan Rp4,96 Triliun
Dalam Nota Keuangan Raperda APBD 2027, Belanja Daerah Tangsel diproyeksikan sebesar Rp4,960 triliun.
Dari jumlah tersebut, alokasi terbesar berada pada Belanja Operasi sebesar Rp3,747 triliun. Pos ini terdiri atas Belanja Pegawai Rp1,873 triliun, Belanja Barang dan Jasa Rp1,737 triliun, serta Belanja Hibah Rp135,94 miliar.
Selanjutnya, Belanja Modal diproyeksikan Rp1,138 triliun. Porsi terbesarnya dialokasikan untuk Jalan, Jaringan dan Irigasi sebesar Rp641,54 miliar.
Belanja Modal Gedung dan Bangunan mencapai Rp361,42 miliar, Peralatan dan Mesin Rp70,01 miliar, Tanah Rp38,52 miliar, Aset Tetap Lainnya Rp25,31 miliar, serta Aset Lainnya Rp1,2 miliar.
Pemkot Tangsel juga merancang Belanja Tidak Terduga sebesar Rp10 miliar dan Belanja Transfer Rp65 miliar.
Pengalaman SiLPA Jadi Perhitungan APBD 2027
Besarnya SiLPA pada tahun sebelumnya juga menjadi bagian dari perhitungan Pemkot Tangsel dalam menyusun rancangan APBD 2027.
Benyamin mengatakan, pemerintah daerah telah memperkirakan kemungkinan adanya sisa anggaran dalam pelaksanaan APBD 2027 dengan melihat pengalaman pada tahun sebelumnya.
“Itu memang sudah diprediksi,” kata Benyamin.
Ia menjelaskan, perhitungan tersebut berkaitan dengan kemungkinan adanya pelampauan pendapatan selama tahun anggaran berjalan.
“Karena pelampauan pendapatan mencapai lebih dari 20 persen,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga memperhitungkan potensi efisiensi dari proses tender maupun anggaran kegiatan yang tidak seluruhnya terserap.
“Kemudian sisanya efisiensi tender,” kata Benyamin.
Ia menambahkan, masih terdapat sejumlah kegiatan yang menyisakan anggaran dalam pelaksanaan APBD.
“Dan ada beberapa kegiatan-kegiatan yang tersisa di 2026 ini,” jelasnya.
“Kita sudah prediksi seperti itu,” pungkasnya.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

