Siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran.

Pada 2026, Pemkot mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk mendukung 115 satuan pendidikan PAUD sebagai upaya meningkatkan angka partisipasi sekolah (APS).

Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangsel dalam menyukseskan program wajib belajar 13 tahun sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas sejak usia dini.

Peningkatan fasilitas PAUD juga menjadi salah satu program prioritas yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan 2025–2029.

Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak anak masih berada di usia dini.

Menurutnya, penyediaan layanan pendidikan yang berkualitas dengan dukungan fasilitas yang memadai merupakan investasi penting bagi masa depan daerah.

BACA JUGA :  Musrenbang RKPD 2027 Tangsel Digelar, Benyamin Tegaskan Fokus Infrastruktur Jadi Prioritas

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu, kita harus memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang baik sejak usia dini agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan,” ujar Benyamin dikutip pada Kamis (6/8/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Rizkia Fitria, menjelaskan bahwa program bantuan sarana dan prasarana pada 2026 ditargetkan menjangkau 115 satuan pendidikan PAUD.

“Dari total target 115 satuan pendidikan, pada APBD murni 2026 kami telah mengalokasikan bantuan untuk 72 lembaga. Selanjutnya akan dilanjutkan melalui anggaran perubahan,” kata Rizkia.

Ia menjelaskan, penentuan lembaga penerima bantuan dilakukan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh pengawas PAUD formal serta penilik pendidikan nonformal.

BACA JUGA :  Peluang Kerja ke Jepang dan Eropa Terbuka, Benyamin Resmikan Program Pelatihan Pekerja Migran Tangsel

Mekanisme tersebut diterapkan agar bantuan benar-benar diterima oleh lembaga yang memenuhi persyaratan dan memiliki kebutuhan paling mendesak.

Adapun bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan penunjang proses belajar mengajar, mulai dari meja dan kursi anak, loker penyimpanan tas, papan tulis, hingga alat peraga edukatif yang mendukung aktivitas pembelajaran di kelas.

“Ada meja, kursi untuk anak-anak, loker penyimpanan tas, papan tulis, alat peraga edukatif, dan kebutuhan lainnya. Pengawas dan penilik memastikan setiap lembaga yang menerima bantuan benar-benar memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan sarana pembelajaran,” jelasnya.

Dengan anggaran sekitar Rp4 miliar, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap kualitas fasilitas belajar di PAUD semakin meningkat sehingga mampu menarik lebih banyak anak mengikuti pendidikan usia dini.

BACA JUGA :  NU Tangsel Roadshow Bentuk Ranting di 54 Kelurahan

Rizkia mengungkapkan, saat ini angka partisipasi sekolah pada jenjang PAUD di Kota Tangerang Selatan telah mencapai sekitar 90 persen.

Meski demikian, pemerintah daerah menargetkan capaian tersebut terus meningkat agar semakin banyak anak memperoleh pendidikan sejak dini sebagai fondasi menuju jenjang pendidikan berikutnya.

“Dengan dukungan sarana dan prasarana yang lebih baik, kami berharap angka partisipasi sekolah pada jenjang PAUD terus meningkat. Saat ini angkanya sudah mencapai sekitar 90 persen, tetapi kami ingin terus meningkatkannya hingga semakin optimal,” tuturnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News