Siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pelayanan publik di berbagai sektor.

Walilota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa evaluasi dilakukan secara berkala karena pelayanan publik merupakan aspek yang sangat dinamis dan langsung dirasakan masyarakat setiap hari.

“Pelayanan publik itu sifatnya dinamis setiap hari dan setiap saat bagi masyarakat Tangerang Selatan. Karena itu kita tetap melakukan evaluasi dan penilaian kinerja,” kata Benyamin saat menghadiri Rapat Teknis Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kota Tangerang Selatan pada Senin (15/6/2026).

Menurutnya, Pemkot Tangsel juga melibatkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dalam proses penilaian tersebut.

BACA JUGA :  Tangsel Bersiap Sambut Lebaran 2026, Jalan Ditambal, Drainase Dibersihkan, Petugas Siaga 24 Jam

Evaluasi dilakukan berdasarkan sejumlah indikator yang telah ditetapkan secara nasional.

“Kita mengundang Kemenpan RB untuk melakukan penilaian. Ada sekitar 13 parameter pelayanan publik yang dinilai untuk melihat sejauh mana kelebihan dan kekurangannya,” ujarnya.

Benyamin menjelaskan, proses evaluasi masih berlangsung dan dilakukan secara bertahap mengingat banyaknya unit pelayanan yang harus dinilai.

Tidak hanya perangkat daerah, penilaian juga menyasar sekolah hingga kantor kelurahan yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Evaluasi ini belum selesai. Operator pelayanan publik yang dinilai jumlahnya lebih dari 500. Sampai ke sekolah dan kelurahan, jumlahnya ratusan. Jadi sekarang baru berjalan sekitar separuh dan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Upaya peningkatan kualitas layanan tersebut menjadi bagian dari target Pemkot Tangsel untuk memperbaiki posisi dalam penilaian pelayanan publik tingkat nasional.

BACA JUGA :  Desak Revisi UU Desa, Baleg DPR RI dan Pemerintah Sepakati Masa Jabatan Kades Jadi 8 Tahun

Pada tahun sebelumnya, Kota Tangerang Selatan berhasil masuk dalam 13 besar nasional.

“Tahun lalu kita masuk 13 besar nasional. Target saya sekarang masuk 10 besar pelayanan publik nasional. Alhamdulillah berbagai kinerja kita sudah banyak mendapatkan apresiasi,” ungkap Benyamin.

Ia menilai ukuran keberhasilan pelayanan publik tidak hanya dilihat dari prosedur dan administrasi, tetapi juga tingkat kepuasan masyarakat sebagai penerima layanan.

“Intinya ini soal kepuasan masyarakat. Itu yang harus diukur. Kepuasan masyarakat sifatnya relatif dan bisa berubah setiap saat. Karena itu evaluasi harus terus dilakukan karena memang menjadi tugas pokok pemerintah,” katanya.

Benyamin menegaskan bahwa pelayanan publik, daya saing daerah, dan kesejahteraan masyarakat merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dan harus terus diperbaiki melalui evaluasi berkelanjutan.

BACA JUGA :  Walikota Tangsel Resmikan Bedah Rumah di Cempaka Putih

Hasil evaluasi nantinya akan menjadi bahan penilaian sekaligus rapor kinerja bagi setiap unit pelayanan di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Tak hanya itu, Pemkot Tangsel juga tengah menyiapkan skema penghargaan bagi petugas yang menunjukkan kinerja terbaik dalam melayani masyarakat.

“Hasil evaluasi ini nantinya menjadi rapor bagi teman-teman semua. Saya juga memikirkan apa yang bisa kita berikan sebagai insentif atau apresiasi kepada operator-operator pelayanan publik yang berada di lapangan dan melaksanakan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News