siarnitas.id – Sebanyak sekitar 11.000 warga Kota Serang mendadak tercoret dari daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Perubahan data ini memicu kekhawatiran soal akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Serang langsung mengambil langkah cepat. Verifikasi menyeluruh digelar hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Tak hanya itu, Pemkot juga menyiapkan anggaran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) sebesar Rp5,6 miliar sebagai bantalan perlindungan kesehatan warga miskin.
Asda II Setda Kota Serang, Yudi Suryadi, menegaskan pihaknya telah menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk turun langsung melakukan pengecekan faktual.
“Kita tidak ingin warga yang benar-benar tidak mampu justru kehilangan akses layanan kesehatan. Karena itu perlu verifikasi faktual,” katanya, dikutip Kamis (26/2/2026).
Menurut Yudi, perubahan status PBI terjadi akibat pembaruan indikator desil pada DTKS milik Kementerian Sosial. Meski demikian, Pemkot memastikan ruang pengaduan tetap terbuka bagi warga yang merasa dirugikan.
“Kita garap bersama. Jika ada komplain warga, akan kita cek kembali dan usulkan,” kata Yudi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, menjelaskan bahwa dana Jamkesda difokuskan untuk kondisi darurat, termasuk bagi warga dengan kepesertaan BPJS yang tidak aktif.
Dari total Rp5,6 miliar, sebesar Rp3,6 miliar dialokasikan untuk RSUD Kota Serang, sedangkan Rp2 miliar lainnya diperuntukkan bagi rumah sakit yang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemkot Serang.
Saat ini, terdapat delapan rumah sakit mitra Pemkot Serang yang melayani pasien Jamkesda, yakni:
- RSUD Kota Serang
- RS Mata Achmad Wardi
- RS dr. Dradjat Prawiranegara
- RS Kencana
- RS Budi Asih
- RS Sari Asih Serang
- RS Citra Arafiq
- RS Ibunda Fatimah (Grup Andalusia)
Hasanuddin menambahkan, program Jamkesda juga menyasar pasien terlantar atau gelandangan yang belum memiliki dokumen kependudukan. Namun, masyarakat diimbau memastikan rujukan Jamkesda hanya ke delapan rumah sakit yang telah bekerja sama dengan Pemkot Serang.
Dengan verifikasi ulang data PBI dan penguatan anggaran Jamkesda, Pemkot Serang menargetkan tidak ada warga miskin yang terputus akses layanan kesehatannya, meski terjadi perubahan data di tingkat pusat.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

