siarnitas.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Deden Deni, menegaskan seluruh sekolah negeri mulai dari TK hingga SMP wajib menjalankan pengelolaan sampah dan pengurangan produk sampah secara konsisten dan berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Deden Deni usai kegiatan pembinaan kepala sekolah TK hingga SMP yang digelar di Aula Blandongan, Pemkot Tangsel, pada Jumat (23/1/2026).

Menurut Deden, kebijakan ini bukan sekadar imbauan, melainkan sudah menjadi bagian dari kebijakan pendidikan lingkungan hidup yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota Tangsel Nomor 59 Tahun 2023 tentang Muatan Lokal.

“Biopori itu wajib di semua sekolah. Pengurangan produk sampah juga harus dilakukan melalui bank sampah. Ini sebenarnya sudah masuk ke kurikulum muatan lokal, yaitu pendidikan lingkungan hidup,” tegas Deden Deni.

BACA JUGA :  Selamat! Pemkot Tangsel Kembali Raih STBM Award 2024

Ia menjelaskan, berbagai program pendukung sebenarnya telah lama berjalan, mulai dari sekolah Adiwiyata, sekolah sehat, hingga program GSS Suka Berhati yang bertujuan membentuk karakter peserta didik agar peduli terhadap kelestarian lingkungan.

“Isinya mengajak anak-anak punya kepedulian dan karakter yang peduli terhadap lingkungan. Perangkatnya sudah ada, programnya juga sudah ada, tinggal bagaimana sekolah mengimplementasikannya secara konsisten,” ujarnya.

Namun demikian, Deden menyoroti masih adanya sekolah yang baru aktif menjalankan program lingkungan ketika muncul persoalan tertentu, seperti musim hujan atau isu sampah yang sedang ramai dibicarakan.

“Kadang-kadang baru aktif kalau lagi musim seperti ini. Padahal yang diharapkan itu berkesinambungan, ada atau tidak ada masalah, tetap berjalan,” katanya.

BACA JUGA :  Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk Tronton di Depan Kantor Pemkot Tangsel

Deden juga menyampaikan bahwa jumlah sekolah negeri di Tangsel mencapai lebih dari 200 sekolah. Seluruhnya akan menjadi sasaran evaluasi berkala oleh Dikbud Tangsel.

“Nanti tiap evaluasi berkala, kami libatkan semua sekolah. Kami cek satu per satu, sudah menjalankan instruksi ini atau belum,” pungkasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News