siarnitas.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang mengguncang dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota. Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, turun langsung ke SD Negeri Rawabuntu 01, Kecamatan Serpong, untuk memastikan penanganan kasus berjalan tegas, transparan, dan berpihak penuh kepada para korban.
Kedatangan Pilar tidak sendiri. Ia didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta jajaran Dinas Pendidikan Kota Tangsel, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menangani kasus sensitif yang melibatkan anak-anak tersebut.
Pilar menegaskan, kehadiran pemerintah bertujuan untuk menggali informasi secara menyeluruh sekaligus memastikan kondisi para siswa korban mendapat perlindungan dan pendampingan maksimal.
“Hari ini saya datang langsung ke sekolah, berdiskusi dan berbicara dengan kepala sekolah untuk mendapatkan informasi utuh terkait apa yang terjadi. Kasus ini sudah ditindaklanjuti oleh kepolisian dan pelaku saat ini telah diamankan,” ujar Pilar dalam keterangannya, dikutip Kamis (22/1/2026).
Berdasarkan data sementara, sebanyak 25 siswa telah melaporkan diri sebagai korban dan saat ini masih menjalani proses pendalaman oleh aparat penegak hukum.
Pemerintah Kota Tangsel, lanjut Pilar, memastikan para korban mendapatkan pendampingan psikologis, konseling, serta dukungan mental, dengan melibatkan peran aktif orang tua dalam proses pemulihan.
“Anak-anak sekarang sedang diistirahatkan dulu, untuk mereka melalui proses pemulihan bersama para orang tuanya,” tuturnya.
Terkait status tenaga pengajar yang diduga terlibat, Pilar menegaskan Pemkot Tangsel tidak akan ragu bersikap tegas. Pemecatan akan dilakukan apabila pihak kepolisian secara resmi menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka.
Tak hanya itu, hasil penelusuran awal mengungkap fakta mengejutkan. Terduga pelaku disebut pernah terlibat kasus serupa pada tahun 2011. Temuan ini mendorong Pemkot Tangsel melakukan screening dan assessment menyeluruh terhadap seluruh tenaga pendidik di bawah naungan Dinas Pendidikan.
“Kasus pelecehan seksual ini sangat berbahaya. Dampaknya bukan hanya trauma, tapi juga bisa merusak mental dan moral anak-anak kita di masa depan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual,” tegas Pilar.
Ia menambahkan, seluruh proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum tanpa intervensi pihak mana pun. Menurutnya, kasus ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh ASN, khususnya tenaga pendidik, agar menjaga integritas dan profesionalisme.
Sebagai langkah pencegahan ke depan, Pilar menekankan pentingnya pengawasan ketat di lingkungan sekolah, termasuk pada kegiatan ekstrakurikuler. Ia meminta agar aktivitas tambahan tidak lagi dilakukan di ruang tertutup dan wajib berada dalam pengawasan terbuka.
Pemkot Tangsel juga menargetkan 100 persen pemasangan dan pengaktifan CCTV di seluruh ruang kelas, lorong, dan ruang guru pada tahun ini. Pilar menegaskan, kepala sekolah bertanggung jawab memastikan seluruh perangkat pengawasan berfungsi aktif.
“Saya minta nanti semua CCTV itu aktif, jangan ada CCTV yang tidak aktif. Supaya pengawasan itu bisa dilakukan, dan tidak ada orang yang berani untuk melakukan itu,” ujarnya.
Pilar berharap, kasus ini menjadi alarm keras bagi seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, untuk meningkatkan sistem pengawasan dan membangun perlindungan anak yang kuat demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

