siarnitas.id – Musim pancaroba memicu kekhawatiran baru di wilayah Tangerang Raya. Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus super flu yang disebut-sebut lebih lama sembuh dan jumlah penderitanya cenderung meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menegaskan pentingnya masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah utama pencegahan. Ia menyebutkan, imbauan telah disampaikan secara masif hingga tingkat kecamatan dan Puskesmas.

“Kami sudah mengimbau kepada masyarakat melalui camat-camat dan Puskesmas. Kita mengingatkan agar tidak usah panik tentang super flu ini karena itu hanya flu biasa,” kata Hendra dalam keterangan persnya, dikutip Senin (12/1/2026).

BACA JUGA :  Penghuni Melonjak, Tangsel Butuh Rusunawa Baru

Meski disebut bukan penyakit baru, Hendra mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh. Menurutnya, super flu merupakan jenis influenza yang sudah lama ada, namun saat ini kasusnya terlihat lebih banyak dan waktu pemulihannya lebih lama dibanding flu biasa.

“Super flu itu sebenarnya hanya sesama flu biasa, keadaannya saat ini lebih banyak jumlahnya. Kemudian juga lebih lama sembuhnya,” ucap Hendra.

Hingga kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang belum menemukan adanya kasus super flu di wilayahnya. Namun, masyarakat tetap diminta waspada dengan menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit, khususnya di tengah perubahan cuaca ekstrem.

“Selama kondisi tubuh sehat, super flu seharusnya dianggap tidak akan menimbulkan masalah serius pada tubuh. Meski begitu, pencegahan harus tetap diterapkan melalui pola hidup sehat,” ujar Hendra.

BACA JUGA :  Terjadi Lagi! Kabel PLN Bawah Tanah di Cendana Residence Kembali Kebakar

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar, juga menyampaikan peringatan serupa. Meski belum ada laporan kasus super flu, pihaknya terus meningkatkan pengawasan dan pemantauan secara berkala.

“Dinkes Tangsel masih terus memantau dan mengawasi secara berkala. Sampai saat ini kami belum menerima laporan adanya kasus super flu di Kota Tangerang Selatan,” kata Allin.

Allin mengungkapkan, langkah deteksi dini sudah dilakukan sejak awal 2025 melalui skrining penyakit mirip influenza. Salah satu fasilitas yang ditunjuk adalah Puskesmas Serpong 1 yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai layanan Influenza Like Illness (ILI).

“Setiap kasus yang dicurigai dilakukan pemeriksaan dan sampelnya dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan. Hasilnya kami terima langsung dari Kemenkes,” ujar dia.

BACA JUGA :  Benyamin Hadiri Kegiatan Pembinaan Depot Air Minum

Meski situasi masih terkendali, Pemkot Tangsel tak ingin lengah. Berbagai langkah antisipasi terus disiapkan, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana layanan kesehatan hingga penguatan edukasi kepada masyarakat agar potensi lonjakan kasus dapat dicegah sejak dini.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News