Siarnitas.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar High Level Meeting Sinergi dan Kerja Sama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Tangsel.

Kegiatan ini dilaksanakan di Trembesi Hotel, Rabu (17/12/2025), sebagai upaya mendukung kemandirian ekonomi daerah serta perluasan pelayanan publik berbasis digital.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perwakilan perbankan. Acara ditutup secara resmi oleh Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie.

Walikota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan bahwa digitalisasi pelayanan publik merupakan salah satu standar utama yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan harus terus diperkuat di tingkat daerah.

Menurutnya, meskipun Kota Tangsel telah meraih penghargaan peringkat pertama TP2DD untuk wilayah Jawa dan Bali, capaian tersebut belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pelayanan publik yang optimal.

BACA JUGA :  Pemkot Tangsel Tekan Angka Inflasi Saat Rakor TPID di Puspemkot

“Salah satu standar yang diterapkan oleh pemerintah pusat dalam pelayanan publik adalah digitalisasi pelayanan di daerah. Kita sudah punya Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah. Walaupun kemarin sudah mendapatkan penghargaan nomor satu untuk Jawa dan Bali, tetapi itu belum sepenuhnya seperti yang kita butuhkan utama. Jadi masih harus ditingkatkan lagi dan diperluas lagi,” kata Benyamin.

Ia menjelaskan, perluasan digitalisasi pelayanan publik perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, khususnya bagi OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, indikator keberhasilan TP2DD tidak hanya dinilai dari penghargaan, tetapi juga dari dampak nyata, seperti peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan percepatan layanan publik.

BACA JUGA :  Kepala Kemenag Tangsel Dipanggil Bawaslu Diduga Langgar Netralitas ASN

“Nanti indikatornya bukan penghargaan TP2DD, tapi misalnya PAD meningkat, kemudian respon pelayanan KTP makin cepat, dan seterusnya,” jelasnya.

Benyamin juga menyampaikan bahwa pengembangan TP2DD mengarah pada penggunaan aplikasi terpadu dengan basis data yang terintegrasi.

Aplikasi tersebut menjadi payung besar bagi berbagai layanan publik, seperti pelayanan KTP, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang memiliki aplikasi turunan sesuai kebutuhan masing-masing layanan.

“Ini yang harus dikuasai dulu oleh staf saya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa berbagai layanan digital yang telah berjalan, seperti pelayanan KTP berbasis online dan offline, layanan perizinan melalui sistem Simponie, serta layanan pembayaran pajak daerah, ke depan akan diintegrasikan dalam satu ruang besar pelayanan digital Kota Tangerang Selatan.

BACA JUGA :  Info Lalin, Ruas Jalan Pasar Parakan Tangsel Pada Rabu 26 Juni 2024 Terpantau Ramai Lancar

Selain penguatan internal, Benyamin menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan layanan digital.

Ia menyebutkan, peran Kominfo dan Bapenda menjadi krusial sebagai leading sector dalam meningkatkan literasi dan penggunaan layanan digital oleh masyarakat.

“Misalnya masyarakat tidak perlu repot-repot datang untuk bayar PBB atau sekadar mengetahui besaran pajaknya. Cukup buka aplikasi. Tapi pertanyaannya, sudah tahu aplikasinya atau belum? Inilah pentingnya sosialisasi dan perluasan pengguna digital itu sendiri,” pungkasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News