Siarnitas.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan penyesuaian besar dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, bahwa rancangan APBD yang semula didesain sebesar Rp5,4 triliun, terkoreksi Rp510 miliar sehingga turun menjadi sekitar Rp4 triliun lebih untuk APBD 2026.
Benyamin memaparkan, koreksi anggaran tersebut terjadi akibat adanya pengurangan alokasi dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
Kondisi ini membuat Pemkot Tangsel tidak memiliki pilihan selain melakukan penghematan di berbagai sektor belanja daerah.
“Belanja daerah kita kurangi. Banyak yang kita koreksi, antara lain seperti yang pernah saya sampaikan di beberapa kesempatan, penundaan gaji dari paket pegawai dua bulan, kemudian tambahan penghasilan pegawai itu saya kurangi, saya potong, saya tidak berikan sebesar 6 persen,” kata Benyamin di DPRD Tangsel, ditulis pada Kamis (20/11/2025).
Ia menjelaskan, sejumlah pos yang terkoreksi meliputi belanja hibah, belanja makan dan minum, perjalanan dinas, serta berbagai jenis kegiatan rutin yang dinilai masih bisa disederhanakan.
Penghematan ini dilakukan untuk mencapai angka koreksi Rp510 miliar yang harus dipenuhi Tangsel pada APBD 2026.
Menurutnya, opsi yang tersedia sangat terbatas. Pendapatan daerah sudah berada pada titik optimal sehingga penyesuaian hanya bisa dilakukan melalui sisi belanja.
“Pilihan saya hanya menyesuaikan belanja. Pendapatan sudah tidak bisa dinaikkan lagi karena sudah optimal,” tegasnya.
Meski terdapat penundaan pada pembayaran gaji dua bulan, Benyamin memastikan hak pegawai tetap akan diterima utuh.
“Saya sudah sampaikan bahwa prinsipnya gaji mereka utuh. Saya hanya menunda saja, tidak memotong. Tapi pada tambahan penghasilan pegawai memang saya potong, pembayarannya sebesar 96 persen,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) merupakan kewenangan kepala daerah karena bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, berbagai kegiatan dinas juga mengalami penyusutan signifikan.
“Rapat-rapat, perjalanan ke luar negeri, misalnya tim pembina haji daerah yang tadinya saya plotting 8 orang, sekarang maksimal 4 orang saja,” ungkap Benyamin.
Pemangkasan juga dilakukan pada berbagai agenda perayaan, hari jadi kota, hingga seremoni yang dinilai masih dapat disederhanakan.
Dengan penyesuaian ini, Pemkot Tangsel berharap APBD 2026 tetap berjalan efektif dan fokus pada kebutuhan prioritas, meski harus melalui langkah efisiensi yang cukup besar di berbagai lini.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

