Siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus mendorong perluasan layanan transportasi publik, khususnya bus Transjabodetabek, dengan menambah armada dan rute baru.

Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan langsung usulan tersebut dalam Rapat Koordinasi Transportasi Terintegrasi dan Terpadu di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Rapat ini dipimpin oleh Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo, serta dihadiri oleh Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub Mohamad Risal Wasal, dan perwakilan daerah Jabodetabek lainnya seperti Tangerang, Bekasi, dan Bogor.

Menurut Benyamin, penambahan armada menjadi kebutuhan mendesak melihat tingginya minat warga Tangsel menggunakan transportasi umum lintas kota.

“Minat masyarakat cukup tinggi untuk naik bus Transjabodetabek. Karena itu, kami mengusulkan agar jumlah armadanya ditambah sesuai pertumbuhan penduduk. Fasilitas dan kenyamanan bus juga perlu terus ditingkatkan,” kata Benyamin.

BACA JUGA :  Hari Raya Idul Adha 1445 H, Pemkot Tangsel Salurkan 46 Sapi dan 48 Kambing Untuk Masyarakat

Saat ini, Tangsel dilayani delapan rute Transjakarta dengan enam titik layanan, terdiri dari empat rute Royaltrans dengan 13 armada, dan empat rute Transjabodetabek dengan 74 armada aktif.

Benyamin juga menyoroti pentingnya penataan halte dan titik keberangkatan agar lebih tertib dan nyaman bagi pengguna. Beberapa titik yang diusulkan antara lain Terminal BSD, Pool PPD Ciputat, South City Cinere, Giant BSD, Mal Bintaro Xchange, dan Flavor Bliss Alam Sutera.

“Titik-titik ini bisa diperindah agar lebih nyaman. Bagaimanapun, banyak warga Tangsel yang mengandalkan Transjabodetabek,” jelasnya.

Selain bus, Benyamin menekankan pentingnya percepatan proyek MRT yang melibatkan sektor swasta. Ia berharap jalurnya benar-benar melewati kawasan padat aktivitas seperti Alam Sutera dan BSD.

BACA JUGA :  HUT Tangsel ke-17, Pemkot Tangsel Tegaskan Prioritas Pembangunan Berkelanjutan

“Ini penting supaya MRT nanti benar-benar menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat,” katanya.

Pemkot Tangsel juga mendorong pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun-stasiun strategis seperti Rawabuntu, Jombang, dan Ranjurangmangu, untuk memperkuat integrasi antarmoda.

Bahkan, Pemkot kini tengah menyiapkan titik asal baru di kawasan potensial seperti BSD bagian dalam, sekitar Eka Hospital, dan Bintaro.

“Kalau Tangsel nanti jadi kota wisata kesehatan, transportasi publik harus mendukung itu. Rute ke rumah sakit seperti Premier Bintaro dan Eka Hospital perlu dipertimbangkan supaya masyarakat mudah menjangkaunya,” imbuh Benyamin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel Ayep Jajat Sudrajat menyebut pihaknya sudah menindaklanjuti usulan tersebut dengan beberapa rekomendasi teknis.

“Kami sudah keluarkan rekomendasi untuk tiga rute baru, yaitu Terminal Pondok Cabe–Tanah Abang, Terminal Pondok Cabe–CSW, dan Terminal Pondok Cabe–Kampung Rambutan. Tapi memang belum beroperasi,” jelas Ayep.

BACA JUGA :  Hari Gini Masih Antri Bayar Kuliah? Unpam Miliki Fasilitas Bayar di Bank

Ayep menambahkan, Dishub Tangsel juga tengah melakukan kajian teknis untuk mengoptimalkan angkutan umum lokal sebagai feeder Transjabodetabek agar sistem transportasi makin terhubung.

“Berbagai usulan ini menunjukkan komitmen kami untuk memperkuat transportasi terintegrasi di Jabodetabek. Tujuannya agar warga makin nyaman, aman, dan mudah menggunakan transportasi umum,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemkot Tangsel siap mendukung kebijakan strategis pemerintah pusat dalam memperluas jaringan transportasi terintegrasi di kawasan selatan Jakarta.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kemenhub dan Transjakarta. Harapannya, rute baru ini segera disetujui agar konektivitas warga Tangsel ke Jakarta dan sekitarnya makin lancar,” tutup Ayep.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News