siarnitas.id – Siapa bilang wisata harus soal pantai dan pegunungan? Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) punya cara berbeda untuk menarik wisatawan dengan menghadirkan pusat kuliner di setiap kecamatan!

Langkah ini menjadi bagian dari penerapan model pariwisata pentahelix, yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, industri, dan media.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Tangsel, Heru Sudarmanto mengatakan, tak hanya membangun destinasi baru, Tangsel ingin menciptakan ekosistem wisata berkelanjutan yang berbasis komunitas dan rasa lokal.

“Kita sadar Tangsel itu bukan wisata alam yang ditonjolkan karena tidak punya laut, tapi kita punya hotel-hotel, pusat belanja, dan dalam rangka pengembangan pariwisata pentahelix kita akan membangun pusat kuliner di tiap kecamatan,” katanya dalam acara seminar dan diskusi Indonesia Smart Destination – Shaping the Future of Travel yang digelar Swiss German University (SGU) di Ramada by Windham Serpong Hotel, ditulis pada Kamis (9/10/2025).

BACA JUGA :  Warga Dilarang Sahur On The Road di Bulan Ramadan 2025, Sekda Tangsel: Kita Semua Tenang dan Senang

Acara tersebut digelar untuk memperingati World Tourism Day 2025, menghadirkan para pakar dari berbagai sektor. Hadir pula Chief People Officer Tiket.com, Dudi Arisandi, dan Area General Manager Travel & Leisure, Indra Budiman, serta Media Indonesia yang diwakili oleh Bintang Krisanti sebagai perwakilan media massa.

Menurut Heru, model pentahelix tourism yang digaungkan Kementerian Pariwisata ini diyakini menjadi kunci keberlanjutan wisata nasional.

Heru menjelaskan, selain membangun pusat kuliner di tujuh kecamatan, Pemkot Tangsel juga memperkuat kerja sama dengan daerah tetangga di Banten.

“Contohnya ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD ini ada di Kabupaten Tangerang, nah hotelnya bisa di Tangsel dan aksesnya juga kita bagus. Jadi intinya apa yang kelemahan Tangsel bisa ditutupi Tangerang, dan kelemahan Tangerang bisa ditutupi Tangsel. Jadi saling mendukung,” tuturnya.

BACA JUGA :  Gempa 5,4 M Guncang Sumur Banten, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Sementara itu, Wakil Rektor SGU Bidang Non-Akademik, Assoc. Prof. Ir. James Purnama, M.Sc, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor.

“Seperti juga tema acara ini, kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, industri, pendidikan, dan media, sangat penting untuk membantuk masa depan pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Sebagai universitas dengan program unggulan Hotel and Tourism Management berstandar Swiss, SGU berkomitmen menyiapkan talenta muda yang siap membawa industri pariwisata Indonesia ke level global.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News