siarnitas.id – Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan membenarkan bahwa sumber air yang digunakan water treatment plant (WTP) Serpong Lagoon berasal dari danau di kawasan tersebut.

Pilar mengatakan, air yang digunakan berasal dari sumber air permukaan dan ditampung melalui tandon sebelum digunakan dalam sistem pengelolaan air di kawasan perumahan.

“Sumber airnya benar dari danau itu. Sementara dari tandon ya, yang ada di sini,” katanya kepada redaksi siarnitas.id usai pertemuan dengan warga di Serpong Lagoon, pada Kamis (15/10/2026).

Pilar kemudian menjelaskan bahwa air yang dimaksud merupakan air permukaan.

“Selama air permukaan tidak apa-apa, asal, iya, air permukaan kan. Air permukaan tidak apa-apa, tidak ada masalah,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Heboh! Kebakaran Dahsyat Ludeskan Bedeng Pekerja Proyek di Tangerang, Kerugian Capai Rp80 Juta

Sebelumnya diberitakan, sumber air yang digunakan instalasi pengolahan air atau water treatment plant (WTP) di Perumahan Serpong Lagoon, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menjadi sorotan DPRD Tangsel. Air yang dipasok kepada warga disebut berasal dari bekas galian pasir, bukan dari Sungai Cisadane sebagaimana disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Persoalan ini mencuat setelah 146 warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, dilaporkan mengalami muntah dan diare atau muntaber. Kondisi tersebut memicu perhatian terhadap kualitas air bersih yang didistribusikan perusahaan pemasok air di kawasan itu, PT Arfa Putra Soegama (APS).

Ketua Komisi II DPRD Tangsel, Ricky Yuanda Bastian, mengatakan informasi mengenai sumber air tersebut diperoleh dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA BMBK) dalam RDP di gedung DPRD Tangsel, Rabu (14/10/2026).

BACA JUGA :  Logo dan Maskot Porprov VII Banten 2026 Resmi Diluncurkan, Tangsel Gaungkan Semangat Jawara

Menurut Ricky, pengelolaan WTP seharusnya menggunakan sumber air dari Sungai Cisadane. Namun, sumber air yang digunakan di Serpong Lagoon disebut berasal dari kubangan bekas galian pasir yang kemudian menyerupai danau.

“Tadi dapat informasi dari Dinas SDA BMBK, harusnya memang pengelolaan WTP itu sumber airnya adalah dari kali Cisadane. Bukan dari danau. Nah, ternyata yang sekarang ini ditemukan fakta, mereka mengelolanya dari danau. Sebetulnya bukan danau, itu adalah bekas kubangan galian pasir yang kemudian berendap-endap menjadi sebuah kubangan,” katanya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News