Pejabat Tangsel Langgar PSBB, Pengamat: Bukan Jadi Panutan

0

Beredarnya foto Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Muhamad bersama warga mengabaikan physical distancing (jaga jarak) dinilai tidak memberikan contoh baik ke masyarakat Tangsel. Padahal, Tangsel saat ini sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid ke 3.

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Adib Miftahul menyayangkan pejabat Tangsel yang masih kedapatan tidak patuh menjalankan protokol kesehatan. Padahal, Sekda yang semestinya menjadi contoh penerapan aturan PSBB pada masa Pandemi Covid-19 malah terlihat melanggar.

“Foto Sekda Tangsel Muhammad pada acara pemakaman semakin menguatkan bahwa pejabat di Tangsel tidak bisa dijadikan panutan soal PSBB. Muhammad lupa kalau dirinya adalah Sekretaris Daerah alias Panglima ASN nomor satu. Makanya ini sungguh sangat ironis sekali, jadi nanti wajar kalau masyarakat tidak mengikuti arahan soal PSBB karena dari bos ASN nya sendiri tidak mencontohkan perilaku mentaati peraturan PSBB,” katanya melalui via telepon, Rabu (3/6).

Ia melanjutkan, komunikasi verbal maupun non verbal, Muhammad ini menikmati panggungnya sebagai politisi. Pasalnya, posisi dia sebagai bakal calon walikota dari PSI terlihat sekali dinikmati sehingga banyak simpatisan simpatisannya meminta foto bersama.

“Permintaan foto bersama oleh masyarakat bukan soal sekedar jabatan Sekda menurut saya, tapi di situ jelas terlihat bagaimana pendukung Muhamad yang menilai bahwa Sekda Tangsel itu adalah bacawalkot,” lanjutnya.

Meski juga diketahui dalam video adanya pejabat lain dalam acara itu, namun tidak terlalu verbal dalam melayani dan komunikasi dengan masyarakat

“Tapi saya melihat non verbal Benyamin dilihat dari cara berdiri, tak melayani foto, kerumunan tak terlalu banyak, saya pikir dia sudah belajar dari kemarin yang sempat viral itu kan dia berfoto dengan emak emak, sampai tidak mentaati PSBB,” ujarnya.

Menurutnya, agar PSBB berjalan sesuai harapan, pejabat Tangsel mesti memberikan contoh baik ke masyarakat. Percuma bila Pemkot meminta warganya patuh namun pejabat yang membuat aturan melanggar.

Ia juga menghimbau kepada pejabat Tangsel agar memberikan pendidikan politik yang baik ke masyarakat apalagi diketahui akan diselenggarakan Pilkada 2020.

“Kemarin Benyamin itu viral karena melanggar PSBB, dijadikan bahan salah satunya pendukungnya Muhamad untuk menyerang figur Ben dalam kaitan Pilkada Tangsel, nah sekarang terjadi nih kebalikannya. Ini juga bisa menjadi pendidikan politik yang tak baik ke masyarakat,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini