Siarnitas.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan pernyataan berani soal pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.

Ia optimistis laju ekonomi nasional bisa menembus 6 persen, melampaui target resmi pemerintah dalam APBN 2026 yang dipatok di 5,4 persen.

Bahkan, Purbaya menyatakan siap menanggung konsekuensi terberat jika target tersebut gagal.

“Saya ingin dorong ke 6 persen. Kalau risikonya apa, saya ngomong begini: kalau nggak kecapai, saya dipecat,” kata Purbaya dalam acara Ecoverse 2025 di The Westin, Jakarta, ditulis pada Senin (24/11/2025).

Purbaya menegaskan bahwa target tinggi bukan sekadar ambisi, tetapi tantangan yang membuat tugasnya sebagai Menkeu semakin menarik.

Tanpa tantangan tersebut, ia mengaku lebih memilih berada di rumah ketimbang memimpin Kementerian Keuangan.

BACA JUGA :  Maju Pilkada Tangsel, Benyamin Pastikan Cuti Saat Kampanye

Tak berhenti pada 6 persen, Purbaya juga mematok lompatan pertumbuhan yang lebih agresif pada 2027 sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi ekonomi Presiden Prabowo.

“Tahun selanjutnya kita dorong lebih cepat lagi. Mungkin tahun ketiga atau keempat sudah terlihat pertumbuhan 8 persen. Jadi kita bisa mewujudkannya,” katanya.

Selain mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, Purbaya menyoroti pentingnya menjaga pasar domestik dari banjir barang impor ilegal.

Ia menyebut pasar Indonesia yang mencapai 280 juta penduduk sebagai aset besar yang harus dilindungi.

Menurutnya, sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh permintaan domestik, sementara sisanya berasal dari ekspor.

Jika pasar dipenuhi barang ilegal, keuntungan justru lari ke luar negeri.

BACA JUGA :  Pemkot Tangsel Berdayakan BKM Jalankan Program Bedah Rumah

“Sebisa mungkin pasar kita dikuasai produsen dalam negeri, sehingga yang untung kita semua. Ayo kita kaya bersama,” jelasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News