Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menyoroti kebijakan pemerintah dalam menangani wabah Covid_19. Menurut Bhima pemerintah harus lebih serius untuk menangani penyebaran virus yang mematikan tersebut.

“Ya intinya penanganan Covid_19 yang dilakukan pemerintah harus lebih serius,” kata Bhima dalam Diskusi dan Narasi (DINAS) Online HMI Cabang Ciputat Komisariat Pamulang, Jumat (24/4/2020).

Bhima menilai pemerintah menganggarkan stimulus 2.5% dari Pabrik Domestik Bruto (PDB) untuk menangani Covid_19 masih terlalu kecil. Pasalnya jika dibandingkan dengan negara lain, stiimulus Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Singapura, Malaysia dan negara lainnya.

“Kita berburu dengan waktu, jumlah stimulus 2.5% dari PBD masih terlalu kecil. Apalagi kalau mengingat belanja sosial terhadap PBD juga kalah jauh dibandingkan negara lain,” tutur alumni UGM dan Universitas Bradford tersebut.

BACA JUGA :  Dugaan Permainan PPDB, SMAN 3 dan SMAN 6 di Tangsel Batal Didemo, Ketua FKPPI Tangsel: Kita Diakomodir

Lebih lanjut bhima menyarankan terhadap pemerintah untuk memberi diskon LPG 3kg dan menurunkan harga BBM. Supaya bisa membantu rakyat yang membutuhkan dalam situasi pandemi Covid_19.
“Kuncinya di jaring pengaman, beri diskon LPG 3kg, turunkan harga BBM pikirkan rakyat jangan hanya korporasi kakap,” pungkasnya.