siarnitas.id – Sejumlah aliansi organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus berdemonstrasi di Kantor Walikota Tangsel, Senin (8/11). Aksi demonstrasi tersebut menuntut Walikota Tangsel Benyamin Davnie untuk mereformasi jajaran direksi PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS) lantaran dinilai gagal mengelola dan menjadi beban bagi anggaran daerah.

Bima, Koordinator Aksi menilai, perusahaan BUMD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga saat ini masih belum memberikan pemasukan untuk daerah. Malahan, hanya menjadi beban yang terus disubsidi oleh pemerintah.

Bima juga mempertanyakan perolehan laba Rp 3,4 miliar dari PT PITS selama tahun 2020. Pasalnya, laba tersebut bukan bersumber dari unit usaha melainkan bunga deposito bank.

BACA JUGA :  Mukota IV Kadin Tangsel, Pilar Saga Ajak Jaga Kondusivitas dan Majukan Ekonomi Daerah

“Tadi kami, sudah menemui Walikota yang diwakilkan oleh Pak Dendi Priandana, kami menanyakan berapa sih sebenernya anggaran yang didepositokan ke Bank? Dan dimana bank-nya? Namun pihak Pemerintah enggan menjawabnya,” terang Bima.

“Jika anggaran Rp 66 miliar itu didepositokan ke Bank dengan bunga 12 persen pertahun, seharusnya udah ketahuan angkanya, namun persoalannya di tahun 2020, laba yang diterima hanya Rp 3,9 miliar, tentunya tidak sebanding dengan modal yang diberikan, kami menduga ada penyelewengan anggaran yang dilakukan PT PITS,” lanjutnya.

Sementara, Asda 2 Ekonomi dan Pembangunan, Dendi Prianda mengapresiasi kritisnya mahasiswa dan ikut memonitor BUMD yang baru pertama kali dibentuk di Kota Tangsel.

BACA JUGA :  150 Rumah Tidak Layak Huni Bakal Diperbaiki Pemkot Tangsel

“Intinya kami mengapresiasi kritikan para mahasiswa, semangatnya sama bagaimana membangun PT PITS lebih baik lagi kedepannya, memang kita akui bahwasanya BUMD kita masih memiliki banyak kekurangan dan butuh inovasi-inovasi yang baru,” kata Dendi Priandana.

Mahasiswa Cipayung plus terdiri dari SEMMI, IMM, PMII, dan HikmahBudhi Cabang Kota Tangsel. Menegaskan akan melakukan unjuk rasa yang lebih besar lagi jika tuntutannya tidak dipenuhi oleh Walikota Tangerang Selatan yang saat ini dipimpin Benyamin Davnie.

“Jika tuntutan kami tidak segera dilakukan oleh Walikota, kami akan unjuk rasa yang bertepatan dengan hari ulang tahun kota Tangsel 26 November mendatang, dengan massa yang lebih banyak dan massiv lagi,” tandasnya.

BACA JUGA :  Pranaya Boutique Hotel Rayakan Anniversary 9 Tahun Bertajuk 'The Great Generation'

Adapun tuntutanya mahasiswa Cipayung tersebut meminta 5 poin yang mendasar diantaranya;

1. Mengevaluasi Kinerja PT.PITS
2. Segera melakukan RUPS Luar Biasa dalam rangka reformasi struktural Komisaris dan Direksi PT.PITS.
3. Transparansi penggunaan anggaran modal yang diberikan dari Pemkot Tangsel Ke Pada PT. PITS.
4. Lakukan Proses Rekruitmen dewan direksi sesuai Permendagri no 37 tahun 2018 tentang pengangkatan dan pemberhentian anggota dewan pengawas atau anggota dewan komisaris dan anggota direksi BUMD.
5. Hindari proses seleksi dewan komisaris dan anggota direksi dari nuansa politis.

(Red)