siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat pendapatan signifikan dari lelang kendaraan dinas. Sebanyak 181 unit kendaraan roda empat berhasil dilepas melalui mekanisme lelang terbuka, dengan total penerimaan mencapai Rp18 miliar yang masuk ke kas daerah.
Lelang dilakukan secara transparan melalui sistem e-auction bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), sehingga dapat diikuti oleh masyarakat luas.
Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Tangsel, Sugeng Rahadi, menyampaikan bahwa kendaraan yang dilelang mayoritas merupakan mobil dinas berusia di atas 10 tahun.
“Total ada 181 kendaraan yang dilelang. Sampai 2025 itu pendapatannya tembus sampai Rp 18 miliar. Dari pertama kali kita lelang itu sekitar 2024. Semua melalui e-auction, jadi terbuka untuk umum,” ujar Sugeng, dikutip Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, langkah lelang diambil sebagai upaya efisiensi anggaran, mengingat biaya perawatan kendaraan lama yang terus meningkat.
“Daripada membebani anggaran karena biaya perawatan tinggi, lebih baik dilelang. Secara aturan juga diperbolehkan,” jelasnya.
Seluruh kendaraan yang dilelang tercatat habis terjual. Dalam beberapa kasus, harga penawaran bahkan melampaui nilai limit yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Ada mobil open kap, itu nilai limitnya Rp 15 juta, ada yang nawar Rp 70 juta. Terus saat dilelang dia lihat, dia gak suka, akhirnya gak jadi. Hangus tuh uangnya masuk ke kas negara. Setelah itu kita lelang lagi, eh ada yang nawar lagi. Malah lebih tinggi. Akhirnya laku sampai Rp 80 juta,” ungkapnya.
Selain itu, salah satu kendaraan jenis double cabin keluaran tahun 2014 tercatat terjual dengan harga lebih dari Rp200 juta.
Sugeng menambahkan, merek kendaraan seperti Toyota dan Daihatsu menjadi yang paling banyak diminati. Kendaraan kelas menengah seperti Grand Livina juga termasuk yang cukup banyak dicari peserta lelang.
“Peminatnya tinggi, bahkan banyak dari luar daerah Tangsel. Biasanya mereka sudah berpengalaman, penawarannya muncul di detik-detik akhir,” katanya.
Ke depan, Pemkot Tangsel kembali menyiapkan lelang tahap berikutnya pada 2026 dengan sekitar 25 unit kendaraan roda empat yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
“Tahun ini masih proses. Dalam waktu dekat akan dilelang sekitar 25 unit mobil, nanti akan diumumkan secara resmi,” ujarnya.
Sementara itu, untuk kendaraan roda dua, Pemkot Tangsel masih mengkaji mekanisme lelang yang paling efektif, baik dijual per unit maupun dalam bentuk paket.
“Kita beri kesempatan masyarakat memilih unit yang diminati. Namun jika tidak terserap, bisa saja dilelang dalam bentuk paket,” pungkas Sugeng.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

