siarnitas.id – Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan bahwa angka putus sekolah di Provinsi Banten masih tergolong tinggi. Kondisi tersebut tercermin dari rendahnya angka partisipasi sekolah di berbagai jenjang pendidikan.

“Saya bicara di Provinsi Banten, angka putus sekolahnya masih sangat tinggi tercermin dari angka partisipasi sekolah, maka salah satu upaya yang kita lakukan adalah melaksanakan program sekolah gratis yang telah berjalan sejak tahun ajaran sebelumnya,” kata Andra Soni kepada redaksi siarnitas.id di SMA Al Azhar BSD, ditulis pada Kamis (15/1/2026).

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Banten telah meluncurkan program Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta sejak Tahun Ajaran 2025–2026. Program ini dipastikan akan terus berlanjut dan dikembangkan.

BACA JUGA :  Walikota Tangsel Tekankan Peran Vital Data di Workshop Statistik

“Maka akan berlanjut dan kemudian kita sedang mau upayakan untuk memperluas cakupan sekolah ini ke satuan pendidikan berbasis agama yakni Madrasah Aliyah,” lanjutnya.

Pada tahun pertama pelaksanaannya, program Sekolah Gratis telah menjangkau sekitar 60 ribu siswa yang tersebar di 814 sekolah swasta di seluruh wilayah Provinsi Banten. Capaian tersebut dinilai sebagai langkah awal untuk menekan angka putus sekolah yang selama ini masih tinggi.

Andra Soni menegaskan, kebijakan ini merupakan bentuk nyata semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat dalam dunia pendidikan.

“Ini bentuk gotong royong. Pemerintah mengurusi anak-anak yang berlatar belakang dari keluarga tidak mampu agar tercapai pemerataan akses pendidikan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Program CETAR Polres Tangsel Ampuh Tekan Tawuran, Gubernur Banten Beri Penghargaan

Pemprov Banten berharap, perluasan program Sekolah Gratis ke Madrasah Aliyah dapat semakin memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak Banten, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News