Siarnitas.id – Sepanjang tahun 2025, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tercatat mengalami 61 kebakaran yang tersebar di berbagai kecamatan.
Data ini dikeluarkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tangsel dan menjadi catatan penting bagi warga terkait keselamatan lingkungan.
Kepala Damkar Tangsel, Ahmad Dohiri, mengatakan bahwa kebakaran terjadi merata di seluruh wilayah.
“Sepanjang tahun 2025 total ada 61 kebakaran di Tangsel,” kata Dohiri dalam keterangannya, dikutip Jumat (2/1/2026).
Dari data yang dihimpun, Kecamatan Pondok Aren menjadi wilayah dengan jumlah kebakaran terbanyak, mencapai 18 kejadian. Disusul Serpong 12 kejadian dan Serpong Utara 9 kejadian.
Kecamatan lain yang terdampak antara lain Pamulang 7 kejadian, Ciputat Timur 6 kejadian, Setu 5 kejadian, dan yang paling sedikit adalah Ciputat dengan 4 kejadian.
Mayoritas kebakaran terjadi karena korsleting listrik, yaitu sebanyak 40 kasus. Selain itu, terdapat juga kebakaran yang disebabkan oleh kebocoran gas 11, puntung rokok 1, pembakaran sampah 2, dan faktor lainnya.
Dohiri menjelaskan, objek yang terdampak kebakaran bervariasi, mulai dari rumah tinggal, kontrakan, pertokoan, gedung atau pabrik, hingga lapak usaha.
Dampak kebakaran tersebut tidak bisa dianggap remeh. Secara total, kerugian material sepanjang 2025 diperkirakan mencapai Rp78,7 miliar.
“Total kerugian Rp78.771.000.000,” pungkas Dohiri.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi warga Tangsel untuk lebih berhati-hati, terutama dalam penggunaan listrik dan gas di rumah maupun usaha. Langkah pencegahan sederhana, seperti memeriksa instalasi listrik dan menutup sumber api saat tidak digunakan, dapat membantu mengurangi risiko kebakaran.
Dengan catatan ini, Damkar Tangsel berharap warga lebih waspada sehingga kejadian serupa dapat ditekan di tahun-tahun mendatang, menjadikan Tangsel lebih aman dan nyaman untuk ditinggali.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

