siarnitas.id – Sepanjang tahun 2025, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diguncang oleh 314 kejadian bencana yang tercatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menurut Sekretaris BPBD Tangsel, Essa Nugraha, sebagian besar bencana di Tangsel disebabkan oleh fenomena hidrometeorologi, termasuk banjir, pohon tumbang, dan longsor.

“Sepanjang 2025, tercatat 314 bencana di Tangsel yang didominasi oleh banjir dan pohon tumbang,” kata Essa, dikutip Jumat (2/1/2026).

Rinciannya, banjir terjadi paling sering, yakni 194 kali, diikuti pohon tumbang 77 kejadian, dan longsor 24 kejadian. Selain itu, terjadi pula angin kencang 14 kejadian, orang hanyut atau tenggelam 3 kejadian, serta kebakaran 2 kejadian.

Wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Pondok Aren dengan 73 kejadian, diikuti Ciputat 64 kejadian, dan Pamulang 50 kejadian. Sementara Kecamatan Serpong mencatat 43 kejadian, Setu 33, Serpong Utara 31, dan Ciputat Timur 20 kejadian.

BACA JUGA :  Hasil Pemeriksaan Kesehatan Ben-Pilar dan Ben-Shin Pilkada Tangsel 2024 Lolos Memenuhi Syarat

Essa menambahkan, banjir dan pohon tumbang sering terjadi di berbagai titik kota, mengingat curah hujan tinggi dan kondisi pohon yang rentan.

BPBD Tangsel mengimbau warga untuk selalu waspada, terutama saat musim hujan, dan mengikuti protokol keselamatan bencana.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News