Siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Campak Rubela di wilayahnya. Melalui Dinas Kesehatan, sejumlah langkah strategis dijalankan guna melindungi anak-anak dari penularan virus berbahaya ini.

Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Allin Hendallin Mahdaniar, menyampaikan bahwa hingga 31 Oktober 2025, terdapat 538 kasus suspek Campak Rubela, dengan 66 kasus positif campak dan 9 kasus positif rubella.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemkot Tangsel melaksanakan lima langkah utama, yakni:

1. Sosialisasi dan edukasi kepada tenaga kesehatan serta masyarakat;

2. Peningkatan cakupan imunisasi di seluruh wilayah;

3. Penguatan sistem surveilans dan investigasi kasus untuk pelacakan cepat;

4. Penyediaan fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang siap menangani pasien campak;

BACA JUGA :  Taman Kota 1 BSD Buka Kembali, Benyamin : Tempat Rekreasi Keluarga Yang Nyaman

5. Survei Cepat Komunitas (SCK) guna memastikan status imunisasi anak.

Allin mengajak seluruh warga Tangsel untuk menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta segera melaporkan bila menemukan gejala campak di lingkungan sekitar.

Ia juga mengingatkan pentingnya imunisasi lengkap sebagai perlindungan utama.

“Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Imunisasi adalah langkah nyata dan efektif untuk melindungi anak-anak kita dari bahaya campak dan komplikasinya,” ujarnya.

Dengan kerja sama masyarakat dan pemerintah, diharapkan Tangsel dapat mencapai target bebas campak dan rubella demi generasi yang lebih sehat.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News