siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyambut baik kunjungan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Pemantauan Program SPPG yang berlangsung di Aula Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Senin (13/10/2025).

Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG berjalan optimal dan sesuai standar.

Rakor tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo, bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tangsel, serta para kepala sekolah penerima program.

Perwakilan dari Kemensetneg, Ricky Wulan Novianthi, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pemantauan langsung untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan dengan baik di lapangan.

BACA JUGA :  Kabar Duka: Mpok Alpa Meninggal Dunia, Dunia Hiburan Berduka

“Ini adalah program pemerintah, program prioritas presiden, dan kita semua ya berupaya untuk mendukung berhasil programnya,” kata Ricky.

Sementara itu, Kepala SPPG sekaligus Kepala Wilayah Pondok Aren, Ridha Ayu, menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antar pihak dalam pelaksanaan program.

“Rakor kali yang lebih ditekankan itu kerjasama dengan sekolah harus ditingkatkan lagi, kerjasama dengan stakeholder yang terkait itu harus ditingkatkan lagi, terutama terkait staff dan karyawan kemudian menu nya,” jelasnya.

Ridha juga menambahkan, hingga saat ini terdapat 41 SPPG aktif di wilayah Tangsel yang terus dievaluasi baik dari sisi kebersihan, kualitas bahan baku, maupun distribusi makanan.

“Total SPPG itu ada 41 untuk saat ini yang aktif,” jelasnya.

BACA JUGA :  BAM DPR RI Kunjungi Dapur Umum MBG di Tangsel, Agun Gunanjar: Standarisasinya Luar Biasa

Di sisi lain, Sekda Tangsel Bambang Noertjahjo menegaskan bahwa aspek higienitas dapur dan proses pengolahan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

“Salah satu yang paling utama adalah bagaimana SOP higienisnya si dapur ini dijalankan yang nanti diarahkan menjadi satu bentuk sertifikat higienis dari dapur umum atau dapur SPPG tadi, ini saya harapkan betul-betul dijalankan ya,” jelas Bambang.

Ia menambahkan, pengelola SPPG harus memperlakukan anak-anak penerima program seperti keluarga sendiri dalam hal perhatian dan kehati-hatian.

“Enggak ngomong soal dapurnya doang, tapi semuanya lah yang terlibat dalam program ini menganggap bahwa ya kita harus men-treatment program ini layaknya kita memberi makan anak atau keluarga kita sendiri jadi tentunya kita pasti akan sangat ekstra hati-hati ya itu yang saya harapin ya, mudah-mudahan ini terus membaik,” tuturnya.

BACA JUGA :  Pengamat: Anggaran Penanganan Covid-19 Harus Transparan, Awas Penumpang Gelap

Dengan kolaborasi dan evaluasi berkelanjutan dari berbagai pihak, Pemkot Tangsel optimistis pelaksanaan program MBG atau SPPG akan terus meningkat kualitasnya.

“Saya harapkan (Mensetneg) nanti bisa membawa informasi ini seobjektif mungkin, sehingga nanti akan bisa menjadi tambahan informasi, apapun yang nanti akan diputuskan, saya harapkan itu jika berdasarkan data yang objektif, ya Insya Allah akan membuat program ini berjalan lebih baik,” tandasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News