Viral! Pasien Puskesmas Benda Baru Tangsel Keluhkan Tambalan Gigi Tak Kunjung Diperbaiki meski Sudah Datang Dua Kali

Siarnitas.id – Keluhan pasien terhadap pelayanan dokter gigi di Puskesmas Benda Baru, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), viral di media sosial Threads. Pemilik akun mengaku sudah dua kali datang untuk memperbaiki tambalan gigi yang lepas, tetapi hingga kini belum mendapatkan perbaikan yang diharapkan.

Keluhan tersebut diunggah akun Threads @tutupmataajalah pada Selasa (13/10/2026). Dalam unggahannya, ia menyebut nama Dokter Yosa dan dokter gigi lain yang bertugas pada pagi itu.

“Dokter Gigi Puskesmas Benda Baru! Dokter Yosa dan kawan2 yg bertugas pagi ini. DEMI ALLAH KALIAN PEMALAS SEKALI!!”

Pemilik akun menceritakan bahwa dirinya datang bersama suami dan mengantre sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Keduanya datang dengan keluhan gigi yang berbeda.

Ia mengalami masalah tambalan gigi yang lepas. Sementara itu, suaminya mengeluhkan gigi ngilu selama sekitar satu minggu hingga kesulitan makan dan minum dengan leluasa.

“Gue : keluhan tambalan gigi lepas
Suami: Gigi ngilu udah seminggu gak bs makan/minum dgn leluasa.”

Namun, pemilik akun mengaku kecewa dengan respons seorang dokter yang menangani suaminya. Menurut ceritanya, dokter tersebut menyampaikan bahwa keluhan itu tidak perlu dikhawatirkan.

“Si dokter tua yg entah td namanya siapa “ini mah gapapa””

Ia mempertanyakan respons tersebut karena suaminya sudah mengalami gigi ngilu selama seminggu hingga kesulitan makan dan minum.

“Heh dokter bal abal ya? Gimana ceritanya gigi ngilu tp bilang gpp?”

Sudah Dua Kali Datang, Tambalan Gigi Belum Diperbaiki

Selain mempersoalkan respons dokter terhadap keluhan suaminya, pemilik akun juga mengungkapkan pengalaman saat berusaha memperbaiki tambalan giginya yang lepas.

Ia menyebut sudah dua kali datang ke Puskesmas Benda Baru untuk meminta perbaikan, tetapi tambalan tersebut belum juga dikerjakan.

“Lu juga ya Yosa pemalas bgt, udah 2x gue dateng mau benerin tambelan yg copot, tp gak dikerjain!”

Dalam unggahan lanjutan, pemilik akun menjelaskan bahwa dirinya sudah datang pada Agustus untuk meminta perbaikan tambalan gigi. Namun, menurut pengakuannya, ia diminta kembali keesokan hari dengan alasan peralatan yang digunakan sudah disterilkan.

“DEMI ALLAH IYA BANGET. Jadi bulan Agustus saya udah datang, minta benerin tambalan yg copot. Alasannya, “yah datang besok lagi aja ya, alat2 udah kita steril in soalnya””

Ia kemudian mengikuti arahan tersebut dan kembali datang ke puskesmas pada hari berikutnya. Namun, dokter yang dituju disebut tidak berada di tempat karena sedang rapat.

“Besoknya gue dateng, dokternya gak ada katanya rapat. Faaakkkk”

Pengalaman itu menambah kekecewaannya karena ia mengaku sudah meluangkan waktu untuk datang kembali, tetapi belum mendapatkan perbaikan tambalan gigi yang diharapkan.

Bandingkan Pengalaman Berobat di Klinik

Dalam unggahan yang sama, pemilik akun juga membandingkan pengalamannya saat menjalani perawatan gigi di sebuah klinik ortodonti di Pamulang menggunakan asuransi dari kantornya.

Ia menyebut biaya perawatan gigi berlubang di klinik tersebut mencapai Rp3 juta. Sementara itu, ketika datang ke puskesmas, ia mengaku keluhannya tidak mendapatkan penanganan seperti yang diharapkan dan hanya diberikan obat.

“Lah bgtu gue ke puskesmas dia lupa. Keluhan gigi gue gak dikerjain, cuma ngasih obat doang.”

Pemilik akun juga mempertanyakan pemberian obat generik untuk keluhan yang menurutnya membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Obat dirumah gue mefinal. Gak butuh obat generik kalian itu.”

Pernyataan tersebut merupakan pengalaman dan penilaian pribadi pemilik akun berdasarkan pelayanan yang ia ceritakan dalam unggahannya.

Warganet Ikut Menanggapi Keluhan Pasien

Unggahan tersebut mendapat tanggapan dari sejumlah pengguna Threads. Beberapa di antaranya menyampaikan pengalaman dan pendapat terkait pelayanan kesehatan di puskesmas maupun klinik.

Akun @fortunadwi menanggapi keluhan itu dengan menyinggung alasan kerusakan alat yang disebut dalam komentar.

“Akhir nya ada yg speakup😊,gak akan mau nambal krn alasan ya alat nya rusak,hmmmm dan bertahun2 masa iya rusak terus”

Sementara itu, akun @dilayangkeduaa menyarankan pemilik akun mempertimbangkan pindah fasilitas kesehatan ke Klinik Lentera Pamulang.

“Kak kalo kamu ke puskesmas pake bpjs, mending pindah faskes ke klinik Lentera Pamulang aja. Di Lentera dari mulai staff pendaftaran nya aja udh baik banget apalagi dokter-dokternyaa, meskipun bpjs tapi pelayanannya gak dibedain”

Akun @tutupmataajalah kemudian membalas komentar tersebut dan mengucapkan terima kasih atas informasi yang diberikan.

“Sumpah kak aku drtd ngebahas sama suami mau pindah faskes aja.. tapi bingung mau pindah kemana yg mendingan.. MAKASIH BANYAK kak DILA infonya. Baik sekali🥹🙏 Alhamdulillah dapat info bermanfaat 😢🙏”

Pengguna Threads lainnya, @sifa_aqbil, turut membagikan pengalamannya berpindah fasilitas kesehatan dari Puskesmas Pondok Benda ke Klinik Lentera.

“Bner bgt aku, dr faskes puskes pondok benda pindah ke klinik lentera. Top pelayanannya”

Selain itu, akun @alkave123 menduga persoalan yang dikeluhkan berkaitan dengan kondisi kursi gigi di puskesmas.

“Kayaknya rusak tu kursi giginya, tapi ga boleh bilang rusak ke pasien”

Menanggapi komentar tersebut, pemilik akun kembali menyoroti penanganan terhadap pasien yang mengalami gigi ngilu hingga kesulitan makan dan minum.

“Nah itu dia.. Setidaknya ditangani kek, mana adasih gigi ngilu gak bs makan dan minum bilangnya gapapa tuh gimana coba😭”

Hingga berita ini ditulis, keluhan tersebut masih berdasarkan cerita pemilik akun di Threads. Belum terdapat keterangan resmi dari Puskesmas Benda Baru maupun Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengenai kronologi pelayanan dan keluhan yang disampaikan.

Konfirmasi dari pihak terkait diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai pelayanan yang dikeluhkan tersebut.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

Redaksi: