siarnitas.id – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkapkan terdapat sekitar 300 tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di wilayahnya sepanjang 2026.
Sebagian besar TKA tersebut berprofesi sebagai guru dan berasal dari kawasan Timur Tengah.
Kepala Disnaker Tangsel, Sabam Maringan H.S., mengatakan jumlah TKA yang tercatat saat ini berada di kisaran 300 orang.
Mereka didominasi tenaga pendidik, sementara sebagian kecil lainnya bekerja sebagai tenaga ahli di sektor pertambangan.
“Kalau tenaga asing itu persisnya saya enggak hafal ya, 300-an lah. Di sektor pendidikan, guru. Iya, tahun ini. Kebanyakan dari Timur Tengah, Iran gitu ya. Ada juga beberapa tenaga ahli di bidang pertambangan, sebagian. Tapi jumlahnya kecil,” kata Sabam di Gedung Galeri Koperasi dan UKM pada Senin (13/7/2026).
Menurut Sabam, keberadaan tenaga kerja asing di Tangsel merupakan bagian dari mekanisme yang diatur pemerintah pusat.
Karena menyangkut hubungan antarnegara, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan TKA.
Disnaker Tangsel, lanjutnya, hanya bertugas melakukan pencatatan terhadap perpanjangan izin penggunaan tenaga kerja asing yang bekerja di wilayah Kota Tangsel.
“Nah, kalau bayar retribusi itu kan semuanya setorannya ke pusat sebenarnya ya. Kita hanya pencatatan untuk tenaga kerja asing yang perpanjangan. Jadi sebetulnya, kalau tenaga kerja asing itu di daerah, pengelolaannya hanya pencatatan perpanjangan saja. Sisanya itu semua diatur, karena ini kan hubungan antarnegara ya, jadi diatur oleh pemerintah pusat,” jelasnya.
Meski kewenangan daerah terbatas, Disnaker Tangsel tetap menargetkan penerimaan dari retribusi perpanjangan penggunaan tenaga kerja asing pada 2026 mencapai Rp6 miliar.
Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang dipatok sebesar Rp5,5 miliar.
Sabam optimistis target itu dapat tercapai. Pasalnya, selama tiga tahun menjabat sebagai Kepala Disnaker Tangsel, realisasi penerimaan dari sektor tersebut selalu memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Kita targetnya untuk tahun 2026 itu sekitar Rp6 miliar. Kalau tahun kemarin itu Rp5,5 miliar. Selama saya jadi Kadis tiga tahun, selalu terpenuhi sih, ya,” tutupnya.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News