Dinkes Tangsel Tekankan Pentingnya Gizi Ibu Hamil Untuk Cegah Stunting

Kepala Dinkes Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar bersama Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan dalam acara Germas di Aula Blandongan, Pemkot Tangsel.

Siarnitas.id — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat upaya pencegahan stunting dengan meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil.

Edukasi, pemeriksaan kehamilan, hingga pemenuhan gizi menjadi fokus utama agar bayi lahir sehat dan terhindar dari risiko stunting.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan yang diikuti 120 peserta, terdiri dari bidan koordinator, kader kesehatan, serta ibu hamil.

Berbagai persoalan penting, mulai dari gizi ibu hamil hingga pemantauan kehamilan sesuai standar terbaru, menjadi pembahasan utama dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Dr. Allin, menegaskan bahwa persiapan kehamilan yang sehat harus dimulai bahkan sebelum seorang perempuan mengandung.

Menurutnya, kesehatan ibu menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat di masa depan.

Dalam laporannya kepada Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Dr. Allin menekankan bahwa keberhasilan menjaga kesehatan ibu hamil tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari ibu hamil itu sendiri.

“Kita tidak bisa satu arah. Petugas kesahatannya saja yang semangat, dokternya saja yang semangat, tapi ibu hamilnya biasa-biasa saja. Ini harus berbarengan,” kata Dr. Allin di Blandongan Puspemkot Tangsel, Senin (3/8/2026).

Ia juga mengimbau seluruh ibu hamil untuk memahami secara menyeluruh isi Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Buku tersebut berisi panduan lengkap mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia lima tahun, termasuk jadwal pemberian makanan tambahan dan tahapan tumbuh kembang anak.

Selain itu, Dr. Allin mengingatkan bahwa standar pemeriksaan kehamilan kini minimal dilakukan enam kali, termasuk dua kali pemeriksaan langsung oleh dokter yang disertai layanan USG.

Data Dinkes Tangsel: Anemia Masih Jadi Ancaman

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, saat ini terdapat 24.701 ibu hamil. Dari 12.629 ibu hamil yang telah menjalani pemeriksaan, ditemukan prevalensi anemia sebesar 3,21 persen dan Kurang Energi Kronis (KEK) sebesar 4,81 persen.

Sementara itu, cakupan kunjungan pemeriksaan kehamilan sesuai standar baru mencapai 51,35 persen.

Dr. Allin menjelaskan bahwa anemia saat kehamilan masih menjadi salah satu faktor terbesar yang memicu stunting pada anak.

Dari total 115.467 balita berusia 0–59 bulan yang ditimbang di Kota Tangerang Selatan, sebanyak 0,78 persen masuk kategori pendek dan sangat pendek.

Hasil audit menunjukkan penyebab stunting tidak hanya dipengaruhi faktor gizi, tetapi juga paparan asap rokok, kondisi anemia selama kehamilan, hingga tingkat pendidikan masyarakat.

Dokter Kandungan: Kondisi dalam Kandungan Menentukan Masa Depan Anak

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ivander Ramon, Sp.OG, menjelaskan bahwa asupan gizi selama kehamilan akan menentukan kualitas kesehatan anak hingga dewasa.

Menurutnya, pembentukan organ penting seperti otak sangat bergantung pada kecukupan zat besi, protein, dan asam lemak yang diperoleh janin dari ibunya.

“Apa yang terjadi di dalam rahim itu akan dibawa seumur hidup oleh bayinya. Kalau otak bayi membutuhkan darah, zat besi, protein, dan asam lemak, tetapi ibunya tidak menyediakan dengan cukup, maka otaknya tidak akan sempurna,” jelas dr. Ivander.

Ia juga meluruskan anggapan yang masih berkembang di masyarakat bahwa tinggi badan hanya dipengaruhi faktor keturunan atau bayi dengan berat lahir rendah masih bisa tumbuh normal tanpa perhatian khusus.

Menurut dr. Ivander, sekitar 70 persen tinggi dan berat badan seseorang saat dewasa dipengaruhi oleh panjang serta berat badan ketika lahir.

Ia menambahkan, rata-rata tinggi badan perempuan Indonesia sekitar 147 sentimeter, sedangkan laki-laki sekitar 158 sentimeter, yang masih tergolong rendah dibandingkan negara lain di Asia Tenggara.

Selain berpengaruh terhadap kesehatan, postur tubuh yang ideal juga berkaitan dengan rasa percaya diri, prestasi belajar, hingga peluang karier di masa depan.

Karena itu, dr. Ivander mengingatkan agar ibu hamil menjaga pola makan dengan gizi seimbang dan tidak berlebihan mengonsumsi makanan manis.

Pola makan yang tidak tepat berisiko menyebabkan obesitas pada janin tanpa diikuti pertumbuhan panjang badan yang optimal.

Melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan, serta layanan USG, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap kesadaran masyarakat, khususnya para calon ibu, semakin meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, bertubuh ideal, dan bebas dari stunting.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

Bambang Febrianto: