Siarnitas.id – Investor sekaligus influencer keuangan Timothy Ronald tercatat memiliki 13,37 juta lembar saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO).
Kepemilikan tersebut setara dengan 1,26 persen saham perusahaan media yang menaungi Tempo.
Nama Timothy menjadi sorotan di tengah lonjakan harga saham TMPO yang masuk jajaran top gainers atau saham dengan kenaikan tertinggi di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Rabu (4/11/2026).
Dilansir dari katamedia.co.id, berdasarkan data kepemilikan saham di atas satu persen, Timothy tercatat sebagai pemegang saham minoritas.
Sementara itu, pemegang saham terbesar adalah Grafiti Pers dengan porsi 24,28 persen.
Selanjutnya, Yayasan 21 Juni 1994 memiliki 17,13 persen, Jaya Raya Utama 16,28 persen, Yayasan Pembangunan Jaya Raya 8,54 persen, dan Yayasan Karyawan Tempo sebesar 8,28 persen.
Pemegang saham lainnya meliputi Burlingham sebesar 2,36 persen, EFG Bank AG, Singapore Branch A/C Clients sebesar 1,61 persen, serta Persaudaraan Bersatu Esa dengan kepemilikan 1,09 persen. EFG Bank sebelumnya tercatat memiliki 3,12 persen saham.
Sementara itu, Yulie Sekuritas Indonesia tidak lagi tercatat dalam daftar pemegang saham di atas satu persen.
Sebelumnya, perusahaan tersebut menggenggam 1,89 persen saham TMPO.
Pada perdagangan Rabu pagi, saham TMPO melonjak 23,93 persen ke level Rp290 pada pukul 09.07 WIB.
Bahkan, saham tersebut sempat menyentuh Rp292 atau naik 24,79 persen hingga mencapai batas Auto Rejection Atas (ARA).
Kenaikan itu melanjutkan penguatan sehari sebelumnya. Pada Selasa (3/11/2026), saham TMPO melesat 34,48 persen atau bertambah 60 poin dengan nilai transaksi mencapai Rp68,25 miliar.
Saat ini, kapitalisasi pasar TMPO tercatat sebesar Rp1,2 triliun dengan free float mencapai 25,02 persen.
Di tengah lonjakan harga saham tersebut, kinerja keuangan perusahaan justru masih tertekan.
Hingga September 2026, TMPO membukukan kerugian Rp6,23 miliar, membengkak 18,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,24 miliar.
Pendapatan perusahaan juga turun dari Rp130,34 miliar menjadi Rp123,82 miliar pada kuartal III 2026.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News