Siarnitas.id – Akuatik Indonesia Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membidik gelar juara umum pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026.
Sebanyak 20 atlet kini menjalani pembinaan dan latihan rutin untuk menghadapi kompetisi olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ketua Umum Akuatik Indonesia Tangsel, Masruri Bejo, menegaskan bahwa target juara umum tetap menjadi ambisi utama timnya.
Ia memastikan seluruh jajaran atlet dan pelatih dalam kondisi solid menjelang pertandingan.
“Alhamdulillah, sampai hari ini menjelang Porprov Akuatik Tangerang Selatan, Cabor Aquatik Tangerang Selatan insyaallah tetap solid, siap untuk menjadi juara umum. Target kami tetap itu,” kata Masruri Bejo kepada awak media, di Pemkot Tangsel pada Senin (2/11/2026).
Menurutnya, persiapan atlet tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga menjaga kebugaran fisik.
Hal itu menjadi perhatian penting agar kondisi atlet tidak menurun saat memasuki masa pertandingan.
Pembinaan terhadap 20 atlet tersebut dilakukan secara rutin di bawah arahan pelatih Ardiansyah.
Masruri meminta seluruh atlet menjaga kondisi tubuh agar dapat tampil maksimal ketika berlaga.
“Bagaimana target yang kami tekankan kepada seluruh atlet dan pelatih, agar jangan sampai menjelang Porprov fisik teman-teman drop. Itu yang paling penting juga,” ujarnya.
Selain persiapan fisik, Akuatik Tangsel juga memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan mental para atlet.
Masruri menyebut setiap atlet memiliki kondisi psikologis yang berbeda, terutama ketika menghadapi pertandingan besar.
Untuk itu, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan para atlet dan orang tua mereka.
Langkah tersebut dilakukan agar proses pendampingan tidak hanya berlangsung di tempat latihan, tetapi juga berlanjut di lingkungan keluarga.
Masruri menilai peran orang tua sangat penting dalam menjaga semangat dan kepercayaan diri atlet menjelang kompetisi.
“Perbedaannya adalah ketika pelatih lebih kepada teknis persiapan, kalau orang tua kepada psikis dan moral,” jelasnya.
Ia menambahkan, dukungan keluarga dibutuhkan untuk mengantisipasi kemungkinan atlet mengalami penurunan mental atau kehilangan kepercayaan diri sebelum bertanding.
Terkait peta persaingan, Masruri enggan menyebut satu daerah sebagai lawan terberat Akuatik Tangsel.
Menurutnya, seluruh kontingen harus dipandang sebagai pesaing kuat agar atlet tidak meremehkan siapa pun.
“Saya pikir dalam sebuah kompetisi kita harus tertanam semua rival adalah berat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, setiap atlet harus memiliki mental bertanding yang kuat, tanpa memandang siapa lawan yang akan dihadapi.
“Secara umum, dalam psikologis seorang atlet, siapapun lawannya adalah dia yang terberat. Sehingga bagaimana memacu semangat dia untuk mengalahkan,” pungkas Masruri.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News