Tak Cuma Bansos, Tangsel Siapkan Pelatihan Kerja dan UMKM untuk Tekan Kemiskinan

Walikota Tangsel, Benyamin Davnie

Siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat strategi pengentasan kemiskinan dengan pendekatan yang lebih luas.

Penanganan tidak hanya mengandalkan bantuan sosial (bansos), tetapi juga diarahkan pada peningkatan keterampilan, akses layanan dasar, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Pemkot Tangsel mendorong program pengentasan kemiskinan agar mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk memiliki penghasilan secara mandiri.

Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, penanganan kemiskinan membutuhkan intervensi yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Bantuan sosial tetap diberikan sebagai bentuk perlindungan, tetapi pemerintah juga menyiapkan program yang dapat meningkatkan kemampuan dan produktivitas penerima manfaat.

“Selain bantuan sosial kita juga akan tingkatkan melalui pelatihan kerja, bukan hanya modal tapi bantuan-bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat miskin, supaya mereka bekerja di ekonomi kreatif,” ujar Benyamin, ditulis Rabu (30/9/2026).

Salah satu fokus Pemkot Tangsel adalah memperkuat pemberdayaan ekonomi melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pelaku usaha tidak hanya diberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, pengemasan, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Langkah tersebut diharapkan membuat masyarakat tidak sekadar memiliki produk, tetapi juga mampu mengembangkan usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Pemberdayaan juga menyasar peningkatan keterampilan masyarakat, termasuk pemuda di tingkat kelurahan.

Salah satunya melalui pelatihan produksi konten digital yang dapat membuka peluang usaha baru sekaligus menjadi sumber penghasilan.

Di sisi lain, Pemkot Tangsel memperkuat program pengentasan kemiskinan dengan menggunakan data sosial ekonomi sebagai dasar intervensi.

Melalui Datara (Data Rakyat Tangerang Selatan), pemerintah mengintegrasikan data untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, serta evaluasi program pembangunan.

Penggunaan data tersebut menjadi penting agar bantuan dan program pemberdayaan dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan sesuai kondisi di lapangan.

Pemenuhan kebutuhan dasar juga menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Salah satunya melalui program bedah Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH).

Program tersebut memberikan dukungan kepada masyarakat untuk mendapatkan hunian yang lebih layak, sehat, dan aman.

Pelaksanaannya dilakukan berdasarkan pengajuan, skala prioritas, serta hasil penilaian terhadap kondisi rumah.

Selain rumah layak huni, Pemkot Tangsel juga terus menangani kawasan kumuh melalui peningkatan kualitas lingkungan permukiman.

Infrastruktur seperti jalan lingkungan, saluran air, sanitasi, penerangan, hingga fasilitas lingkungan menjadi bagian dari penataan.

Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, intervensi di sektor kesehatan dilakukan melalui penguatan Pos Gizi. Program ini menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian lebih, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Intervensi Pos Gizi tidak hanya berupa pemberian makanan bergizi. Edukasi dan pendampingan juga dilakukan agar keluarga memahami kebutuhan gizi dan mampu menerapkan pola pemenuhan gizi dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, proses pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan dan intervensi diberikan sesuai kebutuhan penerima manfaat.

“Yang penting nanti dari penilaian kader kesehatan bersama dengan nutrisionis. Nanti menentukan anak-anak mana saja yang kurang berat badannya, ibu hamil yang memang secara kemampuan finansial memiliki keterbatasan dalam memberikan makanan untuk dirinya sendiri,” jelas Pilar.

Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan di Tangsel dilakukan melalui berbagai sektor.

Bantuan sosial tetap menjadi bagian dari perlindungan masyarakat, tetapi pemerintah juga mendorong peningkatan keterampilan, akses kesehatan dan pendidikan, perbaikan hunian, serta penguatan ekonomi.

Dengan dukungan data sosial ekonomi dan program pemberdayaan, Pemkot Tangsel berupaya agar intervensi kemiskinan tidak berhenti pada pemberian bantuan.

Masyarakat juga didorong memiliki keterampilan, peluang usaha, dan sumber penghasilan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

Bambang Febrianto: