Siarnitas.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama DPRD Tangsel menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Tahun 2025, pada Selasa (31/3/2026).
Agenda ini menjadi momen penting untuk mengukur sejauh mana realisasi program prioritas daerah berjalan, sekaligus menindaklanjuti rekomendasi DPRD tahun sebelumnya.
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Tangsel Benyamin Davnie, jajaran pejabat Pemkot, serta seluruh anggota DPRD Tangsel.
Dalam forum resmi itu, pemerintah menegaskan bahwa sebagian besar catatan dan rekomendasi legislatif telah ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program di APBD 2025.
Benyamin menekankan bahwa sejumlah isu krusial yang menjadi perhatian publik telah mulai diurai.
Ia menyebut penanganan kemacetan, banjir, hingga persoalan sampah menjadi fokus utama pemerintah daerah sepanjang tahun anggaran berjalan.
“Kalau yang 2025 tadi sudah dijelaskan, itu sudah kita tindak lanjuti, antara lain misalnya soal kemacetan kita sudah membuat rekayasa lalu lintas, kemudian juga soal banjir kita sudah membuat penanganan penahan banjirnya sehingga berkurang titik banjir, dan soal sampah,” kata Benyamin.
“Rekomendasi 2024 itu kan sudah kita tindak lanjuti di APBD 2025. Jadi relatif semua rekomendasi DPRD sudah kita tindak lanjuti dan kita laporkan tadi seperti itu,” sambungnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh sektor menjadi prioritas, terutama isu-isu yang paling menonjol di tengah masyarakat.
“Titik beratnya semuanya. Semuanya apa yang paling menonjol soal sampah, soal banjir, soal kemacetan yang memang menjadi isu lokal kita,” jelasnya.
Sementara itu, terkait progres pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern atau Material Recovery Facility (MRF), Pemkot memastikan proyek tersebut mulai berjalan tahun ini dan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.
“MRF tahun ini akan kita laksanakan di Cipeucang. Anggarannya sudah, sekarang sedang dalam persiapan ya, nanti pelelangannya dan sebagainya, masih dalam proses. Kita akan membangun MRF pokoknya mah di Cipeucang itu. Target tahun ini, tahun ini selesai. Kan ini harus selesai di akhir tahun,” jelasnya.
Pembangunan MRF di Cipeucang diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengurangi beban sampah di Tangsel, sekaligus menjawab tuntutan publik terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News