Pencarian 5 Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau Masih Nihil, Andra Soni Minta Operasi Diperpanjang

Gubernur Banten Andra Soni bersama TIM SAR saat memantau perkembangan pencarian 5 jurnalis yang hilang saat liputan Gunung Anak Krakatau.

siarnitas.id – Belum ada kabar mengenai keberadaan lima jurnalis yang hilang ketika menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda. Delapan orang yang berada di dalam kapal cepat, termasuk tiga kru, masih menjadi sasaran pencarian tim SAR gabungan.

Situasi tersebut membuat Gubernur Banten Andra Soni meminta Basarnas membuka kemungkinan untuk menambah masa operasi pencarian. Langkah itu diharapkan dapat dilakukan apabila sampai batas waktu pencarian pada hari ketujuh para korban belum berhasil ditemukan.

Andra menyampaikan hal itu setelah mendapat laporan langsung mengenai perkembangan pencarian di Posko Carita, Kabupaten Pandeglang.

“Saya selaku Gubernur Banten berharap kepada Basarnas, sebagai pemimpin operasi ini, agar kiranya dapat mempertimbangkan harapan-harapan keluarga (lima jurnalis dan tiga kru kapal) dan melihat beberapa potensi temuan hari ini,” kata Gubernur Andra, ditulis pada Senin (14/9/2026).

Sementara itu, pencarian terus dilakukan dengan dukungan 14 armada. Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyebut unsur yang terlibat berasal dari sejumlah instansi dan masyarakat.

TNI AL mengerahkan tiga KRI dan satu KAL. Dari unsur Polairud terdapat tiga kapal patroli. Basarnas juga menurunkan tiga KN SAR dari Banten, Lampung, dan Jakarta serta dua perahu karet RIB.

Dua kapal masyarakat ikut memperkuat penyisiran di area yang telah ditentukan tim SAR.

Di tengah upaya tersebut, beberapa benda ditemukan mengapung di lokasi berbeda. Tim mencatat adanya dua jaket pelampung, dua lembar terpal, dan satu galon.

Meski begitu, temuan tersebut belum bisa dikaitkan dengan kapal yang ditumpangi lima jurnalis dan tiga kru. Identifikasi masih dilakukan untuk memastikan asal material yang ditemukan.

“Beberapa (tim) ada yang menemukan material, namun material ini belum terkonfirmasi apakah merupakan bagian dari kapal yang dimaksud,” kata Andra.

Keluarga Minta Pulau Sebesi Ikut Disisir

Setelah melihat langsung perkembangan pencarian, Andra mendatangi keluarga lima jurnalis di Hotel Paniisan, Carita.

Keluarga menyampaikan sejumlah harapan dalam pertemuan tersebut. Salah satunya meminta agar wilayah sekitar Pulau Sebesi turut mendapat perhatian dalam penyisiran.

Mereka juga berharap operasi tidak berakhir begitu saja setelah memasuki hari ketujuh.

Permintaan itu akan dibawa Andra dalam koordinasi dengan tim SAR. Pemerintah Provinsi Banten, kata dia, tetap memberikan dukungan terhadap seluruh proses pencarian.

Perhatian juga diberikan kepada keluarga yang masih berada di sekitar lokasi. Kondisi kesehatan mereka terus dipantau selama menunggu perkembangan pencarian.

“Kami tetap berharap dan memohon doa agar para jurnalis dan kru kapal bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tuturnya.

Sampai Senin (14/9/2026), kapal cepat yang membawa lima jurnalis dan tiga kru tersebut belum diketahui keberadaannya.

Basarnas Banten akan melakukan evaluasi ketika operasi memasuki hari ketujuh. Pembahasan dilakukan bersama TNI, Polri, BMKG, serta Pemerintah Daerah.

Dari evaluasi tersebut akan ditentukan apakah pencarian tetap dilanjutkan, termasuk kemungkinan memperpanjang operasi untuk menemukan delapan orang yang masih hilang di perairan Selat Sunda.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

Bambang Febrianto: