Dinkes Tangsel Gelar Gebyar Lansia, Dorong Lansia Sehat dan Produktif

Ratusan lansia mengikuti kegiatan Gebyar Lansia bertajuk Lansia Gagah dan Produktif yang digelar Dinkes Kota Tangerang Selatan di Ruang Blandongan, Pemkot Tangsel, Rabu (22/4/2026).

Siarnitas.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia melalui kegiatan Gebyar Lansia bertajuk Lansia Gagah dan Produktif.

Acara ini digelar di Ruang Blandongan, Pemkot Tangsel, Rabu (22/4/2026), dan menjadi momentum penting dalam mendorong lansia tetap sehat, mandiri, serta aktif di usia senja.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, bersama jajaran pemerintah daerah dan puluhan lansia dari berbagai wilayah.

Tak hanya bersifat seremonial, acara ini juga menghadirkan berbagai layanan konkret, mulai dari cek kesehatan gratis, konsultasi medis, hingga edukasi kesehatan berbasis herbal dan terapi alternatif.

Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, kegiatan Gebyar Lansia ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari strategi besar Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam memastikan para lansia tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan.

Ia menilai, perhatian terhadap lansia harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan penyakit hingga peningkatan kualitas hidup sehari-hari.

“Iya, hari ini kita ngadain Gebyar Lansia. Intinya adalah memastikan kesehatan mereka optimal. Terus kemudian ada juga ilmu-ilmu baru katakanlah ya, di bidang kesehatan herbal yang disampaikan oleh dua narasumber kompeten kita. Artinya, lansia Tangerang Selatan yang berjumlah 170-an ribu sekian, ini kita pastikan mereka dalam keadaan sehat,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak ingin lansia hanya dipandang sebagai kelompok yang bergantung, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang tetap bisa berkontribusi jika kesehatannya terjaga dengan baik.

Oleh karena itu, berbagai program kesehatan terus diperluas hingga menjangkau tingkat lingkungan.

“Mungkin ini hanya sebagian kecil dari kehadiran mereka, tapi di lapangan kita juga tetap menghadirkan pelayanan-pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Silakan dimanfaatkan secara optimal. Kalau mau sekadar memeriksakan memastikan kesehatan, silakan hubungi Ngider Sehat, ke Puskesmas kita,” ungkapnya.

Menurutnya, pendekatan layanan kesehatan yang aktif dan jemput bola menjadi kunci agar lansia tidak kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Program seperti Ngider Sehat dan penguatan layanan di Puskesmas diharapkan mampu menjangkau lebih banyak warga, terutama yang memiliki keterbatasan mobilitas.

“Ya, itu semua kita hadirkan dalam kerangka memastikan kelompok rentan ini, antara lain yang berusia 60-an tahun ke atas, ini tetap dalam keadaan produktif. Selain sehat juga tetap produktif,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang menekankan penguatan pelayanan kesehatan tradisional di fasilitas kesehatan.

“Jadi sebenarnya pelayanan kesehatan tradisional ya kita lebih fokus ke sana karena ini adalah amanah dari RPJMD 2025-2029 yang juga merupakan program prioritas Pak Wali. Di situ bunyi bahwa harus ada program pelayanan kesehatan tradisional di Puskesmas dan rumah sakit,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan pelayanan kesehatan kini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya promotif dan preventif yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Hal ini dinilai penting untuk mengurangi risiko penyakit degeneratif yang kerap dialami lansia.

“Termasuk juga adalah kita mulai pelayanan kesehatan ini dari rumah untuk upaya promotif dan preventif. Jadi hadirnya narasumber yang spesialis herbal, kemudian juga akupunktur akan mensosialisasikan pemanfaatan tanaman obat, kemudian akupunktur yang sederhana tanpa alat lah ya di rumah gitu, akupresur untuk pertolongan pertama pada lansia ini,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, para lansia juga diberikan pemahaman praktis mengenai cara menjaga kesehatan secara mandiri, seperti pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), teknik pijat sederhana (akupresur), serta pola hidup sehat yang dapat diterapkan sehari-hari.

Selain itu, suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi edukasi, berdiskusi dengan narasumber, hingga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang tersedia.

Hal ini menunjukkan tingginya kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut.

Allin berharap, melalui program ini, lansia di Tangsel tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kualitas hidup yang lebih baik secara mental dan sosial.

“Supaya lansia ini di Tangerang Selatan selain sehat tentunya dia bisa mandiri, kemudian juga bahagia dan berdaya,” imbuhnya.

Berdasarkan data Dinkes, jumlah lansia di Kota Tangerang Selatan saat ini mencapai 172.423 orang.

Angka ini menunjukkan bahwa kelompok lansia menjadi bagian signifikan dari struktur penduduk, sehingga membutuhkan perhatian berkelanjutan dari pemerintah.

Dengan berbagai program inovatif seperti Gebyar Lansia, layanan Ngider Sehat, serta penguatan peran Puskesmas, Pemkot Tangsel berharap dapat menciptakan ekosistem kesehatan yang inklusif dan ramah lansia.

Upaya ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam menghadapi tantangan peningkatan jumlah penduduk usia lanjut di masa mendatang.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

Bambang Febrianto: