siarnitas.id – Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menekankan pentingnya kualitas material dalam pembangunan turap dan bronjong yang tengah dikerjakan di sejumlah titik wilayah Tangsel.
Hal itu disampaikan Pilar saat melakukan monitoring bersama Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) di Villa Pamulang, Grand Serpong, dan Bukit Nusa Indah pada Rabu (2/9/2026).
Pilar mengatakan, progres pekerjaan di salah satu lokasi yang dikunjunginya saat ini telah mencapai sekitar 30 persen.
Menurutnya, pelaksanaan di lapangan sejauh ini masih sesuai dengan desain yang telah direncanakan.
“Kalau saya lihat kan ini 30 persen, di sini udah 30 persen pelaksanaan. Sejauh ini masih sesuai dengan desain yang sudah dilihatkan, karena saya juga pegang desainnya,” kata Pilar.
Meski demikian, ia meminta agar kualitas pekerjaan tetap menjadi perhatian selama proses pembangunan berlangsung.
“Ya mudah-mudahan nanti semuanya sesuai ya, dengan kualitas mutu betonnya ya, campuran agregatnya, lalu juga tulangannya ya, dan lain-lainnya harus sesuai dengan spek yang sudah dicantumkan dalam perencanaan,” ujarnya.
Pilar juga meminta konsultan pengawas dan penyedia menjalankan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Menurutnya, kesesuaian material dan metode pembangunan menjadi bagian penting agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi secara optimal dalam menangani persoalan longsor, pengikisan sungai, maupun banjir.
Sementara itu, metode pembangunan di setiap lokasi tidak sepenuhnya sama.
Pilar menjelaskan, pekerjaan di Villa Pamulang menggunakan bronjong karena berada di aliran Sungai Angke.
“Ukuran di Villa Pamulang itu tadi pemasangannya bronjong bertahap, karena itu kan sungai ya. Ini berbeda sama ini (proyek Grand Serpong), kalau ini turap,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan bronjong di Villa Pamulang juga berkaitan dengan izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Kalau di anak kali kita bisa gunakan dengan metode turap beton ya. Kalau di Villa Pamulang karena itu sungai, ya Angke, jadi izin dari BBWS kita diberikan izin pemasangannya sebatas kayak semi permanen dengan bentuk bronjong batu kali ya, diikat dengan kawat seperti itu,” kata Pilar.
Pembangunan bronjong tersebut dilakukan hingga sekitar 10 undakan dengan ketinggian yang bervariasi dan mencapai sekitar lima meter dari fondasi hingga bagian atas.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News