Siarnitas.id – Di tengah tekanan ekonomi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), keberadaan Bus Sekolah Gratis di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi harapan bagi banyak orang tua murid.
Namun kini, layanan transportasi pelajar tersebut ikut terdampak lonjakan harga BBM yang dikhawatirkan mengganggu operasional bus sekolah gratis.
Bus Sekolah Gratis milik Pemerintah Kota Tangsel diketahui menggunakan bahan bakar jenis Pertamina Dex.
Kondisi itu membuat pemerintah daerah harus mencari solusi agar layanan yang diinisiasi Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel tersebut tetap berjalan.
Kekhawatiran pun mulai dirasakan para orang tua murid. Mereka berharap bus sekolah gratis tidak dihentikan karena dinilai sangat membantu, baik dari sisi ekonomi maupun keamanan anak saat berangkat dan pulang sekolah.
Salah satu orang tua murid SMPN 11 Tangsel, Theresia, mengaku sangat berharap layanan bus sekolah gratis tetap dipertahankan meski harga BBM mengalami kenaikan.
“Untuk disetopnya Bus ini kayaknya sangat disayangkan ya, karena apa? Anak saya ini lebih nyaman, terus dengan dengan pengeluaran juga lebih hemat, dan lagi lebih aman nya anak saya ada dalam bus ini pasti ada pendampingnya, ada yang lihatin,” ujar Teresa kepada redaksi siarnitas.id di BSD, pada Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, penggunaan transportasi umum maupun ojek online belum tentu memberikan rasa aman bagi anak-anak di tengah maraknya kasus pelecehan.
“Kalau saya naik online atau saya naik angkot, tidak menjamin anak saya lebih baik kenyamanannya. Karena apa? Zaman sekarang kan banyak terjadi pelecehan-pelecehan anak, entah itu online, Gojek online, atau dalam angkot,” katanya.
Teresa mengatakan, apabila bus sekolah gratis berhenti beroperasi, pengeluaran keluarganya dipastikan meningkat drastis.
“Iya pasti dampaknya lebih besar karena kan satu kali perjalanan anak saya pulang pergi ke sekolah itu bisa mencapai Rp75.000 pakai ojek online. Tapi dengan adanya bus sekolah ini, ya terlalu baik, terlalu bagus gitu karena anak saya gratis naiknya, begitu. Jadi ya jelaslah mengganggu ekonomi saya,” ungkapnya.
Ia mengaku biaya transportasi tersebut cukup memberatkan bagi keluarganya apabila harus dikeluarkan setiap hari sekolah.
“Coba bayangin kalau Rp75.000 kali 24 (hari), itu kan terlalu besar ya buat saya yang ekonominya ekonomi standar,” ucapnya.
Teresa pun memohon agar pemerintah tetap mempertahankan layanan bus sekolah gratis karena sangat dibutuhkan masyarakat kecil.
“Saya mohon kebijaksanaan untuk pemerintah pusat. Lihat rakyat kecil yang di bawah, jangan cuman melihat yang di atas. Kalau yang di atas, mungkin tidak terdampak kenaikan BBM. Tapi bagi kami, warga warga kecil, sangat sangat sangat dan sangat terdampak sekali,” tutupnya.
Perlu diketahui, harga BBM nonsubsidi di wilayah Tangerang Selatan dan Jabodetabek mengalami penyesuaian pada Mei 2026.
Harga Pertamina Dex yang digunakan Bus Sekolah Gratis Tangsel kini mencapai Rp27.900 per liter, naik dari sebelumnya Rp23.900 per liter. Sementara Dexlite juga naik menjadi Rp26.000 per liter.
Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News