Dari Vietnam ke Indonesia, Ini Sejarah Taksi Listrik Green SM Yang Diduga Picu Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Taksi Listrik Tertemper KRL di Bekasi Timur.

siarnitas.id – Insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam masih menyisakan tanda tanya besar. Salah satu dugaan yang mencuat adalah keterlibatan sebuah taksi listrik Green SM (Xanh SM) yang dilaporkan mogok di tengah perlintasan rel hingga memicu rangkaian kejadian fatal.

Peristiwa bermula ketika KRL tujuan Bekasi terpaksa berhenti mendadak di kawasan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur. Jalur rel saat itu terhalang kendaraan yang tidak bisa bergerak. Dalam situasi genting tersebut, KA Argo Bromo Anggrek 4 datang dari arah belakang dan tidak sempat melakukan pengereman maksimal.

Benturan keras pun tak terhindarkan. Bagian belakang KRL mengalami kerusakan serius, sementara lokomotif KA Argo Bromo dilaporkan ringsek di bagian depan. Kepanikan penumpang pun terjadi sesaat setelah insiden.

Di tengah sorotan tersebut, nama Green SM ikut menjadi perhatian publik. Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah kemunculan perusahaan taksi listrik asal Vietnam ini hingga berekspansi ke Indonesia, serta bagaimana perkembangan taksi listrik di Tanah Air?

Green SM, atau Xanh SM, merupakan layanan taksi listrik yang diluncurkan oleh perusahaan Vietnam VinFast, bagian dari konglomerasi besar Vingroup. Layanan ini resmi diperkenalkan pada tahun 2023 sebagai bagian dari strategi besar Vietnam dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di sektor transportasi.

Di negara asalnya, Green SM hadir dengan konsep mobilitas ramah lingkungan berbasis armada kendaraan listrik penuh. Seluruh kendaraan yang digunakan merupakan produksi VinFast, yang dirancang untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik terintegrasi, mulai dari produksi, operasional, hingga infrastruktur pengisian daya.

Ekspansi ke Indonesia menjadi langkah strategis berikutnya. Dengan pasar transportasi yang besar dan tren elektrifikasi yang terus tumbuh, Green SM masuk sebagai pemain baru yang langsung menarik perhatian publik.

Sejarah Taksi Listrik di Indonesia

Perjalanan taksi listrik di Indonesia dimulai dari langkah awal elektrifikasi transportasi yang digagas pemerintah dan pelaku industri pada akhir 2010-an. Upaya ini sejalan dengan kebutuhan mengurangi emisi karbon serta ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Tonggak penting terjadi pada tahun 2019 ketika Blue Bird Group menjadi pelopor dengan menghadirkan armada taksi listrik berbasis BYD e6. Kehadiran armada ini menjadi uji coba nyata penggunaan kendaraan listrik dalam layanan transportasi komersial di Indonesia.

Langkah tersebut kemudian diperkuat oleh kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Regulasi ini membuka jalan bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik, termasuk di sektor transportasi umum seperti taksi.

Memasuki periode 2020 hingga 2023, adopsi taksi listrik mulai berkembang secara bertahap. Selain Blue Bird, sejumlah operator dan perusahaan transportasi berbasis aplikasi turut menjajaki penggunaan kendaraan listrik, meskipun masih dalam skala terbatas.

Infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) juga mulai diperluas di berbagai kota besar.

Perkembangan signifikan terjadi pada 2024 hingga 2025, ketika pasar taksi listrik Indonesia mulai dilirik pemain internasional. Kehadiran Green SM menjadi salah satu penanda penting, karena membawa model bisnis yang terintegrasi langsung dengan produsen kendaraan listrik.

Masuknya Green SM menandai fase baru dalam industri taksi listrik nasional. Persaingan tidak lagi hanya melibatkan pemain lokal, tetapi juga perusahaan global dengan teknologi dan modal besar.

Seiring perkembangan tersebut, taksi listrik kini menjadi bagian dari transformasi transportasi di Indonesia menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Namun, insiden di Bekasi Timur menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan teknologi, aspek keselamatan dan kesiapan operasional tetap menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

Bambang Febrianto: