Webinar Makin Cakap Digital 2022 dengan Tema “Jangan Asal Klik, Waspadai Fenomena Kejahatan Digital (Phishing) di Internet”

0

Solo, 25 Agustus 2022 – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi menyelenggarakan kegiatan Webinar Makin Cakap Digital 2022 dengan tema “Jangan Asal Klik, Waspadai Fenomena Kejahatan Digital (Phishing) di Internet” bagi para guru dan pelajar di Jawa Tengah. Webinar ini dimoderatori oleh Faida Inayati secara online.

Jika dilihat dari data We are Social Hootsuite (2022), per Februari, di Indonesia terdapat 204,7 juta pengguna internet yang setara dengan 73,7% dari populasi penduduk Indonesia. Angka tersebut meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya. Meskipun Indonesia termasuk empat besar negara pengguna internet terbesar di dunia, Survei Badan Pusat Statistik tahun 2018 mengungkapkan bahwa keahlian berinternet masyarakat Indonesia memiliki skor paling rendah.

Dilatarbelakangi oleh hal tersebut, Kemenkominfo mengadakan kegiatan webinar ini dalam upaya mengedukasi masyarakat terkait pentingnya memanfaatkan internet secara wajar dan menghindari hal-hal yang membahayakan atau merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan membuka acara ini dengan memberi sambutan terkait pesatnya perkembangan digital di Indonesia yang perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni. Perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat sebagai pengguna media sosial untuk lebih produktif dalam memanfaatkan internet demi mewujudkan Indonesia makin cakap digital.

Menjaga keamanan digital dari bahaya phising

Narasumber pertama, Iqbaal Harits Maulana selaku Project Manager GITek.ID memberikan pemaparan bahwa internet memiliki dampak positif berupa kemudahan dalam komunikasi dan mencari informasi namun berdampak negatif terancamnya keamanan data pribadi. Salah satu kejahatan yang mengancam data pribadi yaitu phising. Kejahatan siber ini dilakukan dengan mencuri informasi pribadi seseorang melalui teknik pengelabuan. Biasanya pelaku menunjukkan identitas diri sebagai pihak yang berwenang. Kejahatan phising bisa dihindari dengan cara memastikan keamanan website, melakukan verifikasi dua langkah, memeriksa pengirim email agar tidak tertipu.

Pembahasan lebih lanjut terkait kejahatan siber berupa phising turut dipaparkan oleh narasumber kedua, Marita Ningtyas selaku Blogpreneur & Writer. Beliau menyampaikan bahwa kompetensi digital yang sebaiknya dimiliki masyarakat adalah perihal keamanan digital meliputi keamanan penggunaan perangkat, keamanan data, keamanan rekam jejak digital. Maraknya kejahatan siber berupa phising membuat masyarakat harus lebih waspada dan melapor jika menemukan kejahatan tersebut. Beliau menyimpulkan bahwa dalam dunia digital tidak ada 100% aman sehingga setiap orang harus menjaga data pribadinya.

Selanjutnya pemaparan materi dari M. Muzaqi seorang Direktur GITek.ID melengkapi materi kedua narasumber sebelumnya dengan pembahasan terkait digital safety. Keamanan digital diperlukan guna menghindari kejahatan siber phising melalui tautan link di berbagai media sosial. Link phising yang tersebar merupakan link pancingan untuk menerobos keamanan digital seseorang. Pengguna internet diretas dan dicuri data pribadinya untuk disebarluaskan/disalahgunakan. Salah satu bentuk kejahatan phising yaitu masuknya spam SMS (pesan berantai) tak dikenal ke perangkat kita. Cara mengatasi kasus tersebut dengan melaporkan spam SMS ke pihak berwenang.

Acara ditutup dengan closing statement oleh narasumber dan dokumentasi yang dipandu moderator.

Dukungan positif masyarakat menjadikan Kemenkominfo terus memberikan edukasi melalui program Indonesia Makin Cakap Digital yang berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan lainnya dapat diakses melalui info.literasidigital.id atau media sosial Instagram, TikTok, Twitter, Facebook dan channel Youtube Siberkreasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini