Beranda Ragam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Bekerjasama Dengan Dinkes dan PPNI Kota Tangsel Laksanakan...

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Bekerjasama Dengan Dinkes dan PPNI Kota Tangsel Laksanakan Penyegaran Perawat Ngider Sehat

129
0
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Foto: Ketua DPK Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Dinkes Kota Tangsel, Nugroho Catur bersama Dekan Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. apt. Zilhadia dan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinkes Kota Tangsel, Ridwan.

Tangerang Selatan, siarnitas.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bekerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel melaksanakan kegiatan penyegaran perawat ngider sehat di Kota Tangsel.

Kegiatan tersebut bertajuk Implementasi 3S Pada Penyakit Kronis Berbasis Komunitas yang dilaksanakan di Aula Akurasi Dinas Kesehatan Kota Tangsel pada Rabu (25/10/2023).

Dekan Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. apt. Zilhadia mengatakan, pihaknya melakukan kegiatan pengabdian masyarakat program studi ilmu keperawatan fakultas ilmu kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerjasama dengan Dinas Kesehatan kota Tangsel dan PPNI Kota Tangsel.

Menurutnya, program ini adalah program yang sangat penting dimana pada kegiatan kali ini, pihaknya ikut berpartisipasi dalam program Dinkes Tangsel dalam penyegaran bagi perawat ngider sehat di Tangsel.

“Jadi kita perlu refresh dan ini bentuk dari pengabdian kami kepada masyarakat khususnya Dinkes Tangsel yang hari ini implementasi 3S pada penyakit kronis berbasis komunitas,” kata Zilhadia kepada redaksi siarnitas.id di lokasi.

Dirinya menuturkan, fakultas ilmu kesehatan khususnya program studi ilmu keperawatan ingin bentuk penyegaran kepada para perawat kembali agar bekerjasama juga dengan PPNI dan Dinkes Tangsel.

“kedepan kita berharap bahwa implementasi seperti ini bisa kita pupuk, kita kembangkan karena permasalahan kesehatan menjadi tanggung jawab kita semua,” tuturnya.

“Universitas tidak boleh menjadi menara gading yang terputus dengan masyarakat, mereka (perawat) hanya menuntut ilmu saja kemudian melakukan penelitian saja tapi tidak terlihat karyanya di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPK Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Dinkes Kota Tangsel, Nugroho Catur mengatakan, dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, diperlukan upaya kolaborasi yang dikenal tri helix salah satunya Pemerintah, Akademisi dan Organisasi Profesi.

“Jadi tiga komponen ini kalau bekerjasama saya kira pelayanan kesehatan masyarakat dalam pencapaian kesehatan yang baik itu punya potensi yang besar, untuk bisa terwujud jadi konsepnya adalah Community Care Center,” ujar Nugroho.

“Jadi masyarakat yang menjadi pusat perhatian dari semua komponen ini, itu salah satu upayanya,” sambung dia.

Menurutnya, kegiatan ini akan berlanjut, akan di dorong terus dari permulaan dalam waktu dekat dengan beberapa materi. Jadi setiap nakes yang turun kelapangan memiliki potensi yang cukup bagus.

Baca Juga : Akademisi Asal UIN Syarif Hidayatullah Soroti Geliat Politik Jelang Pilkada Banten 2024

“Selain menjadi yang tanggung jawab pemerintah itu juga menjadi tanggung jawab akademisi sebagai pusat dari keilmuan. Kita akan merencanakan mengusulkan tahapan beberapa wilayah menjadi pembinaan kita jadi khususnya Nakes nya yang kita bina di lapangan,” ungkapnya.

“Kita akan bidik dua yaitu puskesmas Ciputat dan puskesmas Pisangan rencananya baru dua, jadi kita dorong nih semua akademisi semua risetnya sehingga kemampuan atau kompetensi nakes nya akan lebih meningkat otomatis pelayanan kesehatan akan lebih baik,” tutupnya.

Sementara, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinkes Kota Tangsel, Ridwan mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan ini, karena peran serta dari universitas, untuk ikut serta dalam bagian peningkatan pelayanan kesehatan di kota Tangsel.

Menurutnya, bahwa di kota Tangsel ini sudah ada kegiatan Ngider Sehat yang sudah dibentuk dan berjalan dimana memang Ngider Sehat ini khususnya para tenaga kesehatan dengan profesi perawat.

“Mereka (Ngider Sehat) diberikan kemampuan untuk memberikan pelayanan-pelayanan masyarakat secara langsung bagi masyarakat baik secara terjadwal dari Puskesmas maupun dalam kondisi-kondisi tertentu dimana masyarakat yang membutuhkan pelayanan langsung namun terkendala akses ke pelayanan kesehatan,” kata Ridwan.

Saat ini, lanjut Ridwan, tentunya membutuhkan penyegaran maupun peningkatan artinya dengan adanya kegiatan yang di inisiasi oleh UIN Jakarta tentunya pihaknya sangat mendukung sekali program ini.

“Teman-teman dari Ngider Sehat ini selain penyegaran kembali, ini juga akan menambah pengetahuan mereka terkait tadi dengan ilmu basis komunitas justru akan melihat bagaimana kesehatan masyarakat secara umum. Jadi para perawat Ngider Sehat ini akan mempunyai kemampuan yang lebih selain daripada leluasa waktunya mereka,” jelasnya.

Dirinya berharap, tentunya kegiatan seperti ini mungkin bisa diikuti oleh pendidik yang lain.

“Dari UIN kami sangat menghargai, sangat mengapresiasi sekali karena sudah dilaksanakan pada suatu kegiatan ini yaitu memberikan penyegaran kepada rekan-rekan pelaksana Ngider Sehat di Kota Tangsel,” tutupnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya dari siarnitas.id di Google News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini