Sebanyak 279 Juta Data Penduduk Bocor dan Diperjualbelikan, Data General Hingga Gaji Terpublikasi

use as featured image

 

Siarnitas.id Sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga bocor dan diperjualbelikan melalui forum peretas Raid Forums sepekan yang lalu, tepatnya aktivitas itu berlangsung mulai tanggal (12/5/2021).

Berdasarkan rekam jejak digital, data itu diunggah oleh akun bernama kotz. Dalam deskripsinya, data yang dimilikinya itu terdiri dari nama lengkap, KTP, nomor telepon, email, NID, dan alamat.

Merasa gusar dan penasaran perihal data yang diperjual belikan oleh akun bernama kotz beberapa warganet mulai menghubungi akun telegram @kotz1234567.

Seperti dilansir dari cuitan @Br__AM diketahui asal data itu merupakan data dari BPJS Kesehatan dengan harga 0.15 BTC sekitar 6.000 US Dolar.

“Source BPJS Kesehatan and they sell it for 0.15 around 6K USD,” cuitnya.

Sementara, salah satu satu tim dari PT Sharing Vision Nur Islami Java atau akrab disapa Jeff mengatakan, beberapa dari data yang ada itu terdapat rekan tim nya yang masuk dalam data yang di perjual belikan itu, bahkan tidak hanya data yang bersifat umum yang terpublikasi gaji dari kawannya pun ikut terpublikasi.

“Ngeri, 279 juta penduduk Indonesia sampai ke gaji bocor, yang ini (sambil menampilkan beberapa script data) salah satu tim sharing vision familiar, (confidential) k * * * n tampaknya (masuk),” Kata Jeff, Kamis (20/5/2021).

Jeff juga menjelaskan bahwa saat ini tim tengah fokus untuk menelaah dan mengecek beberapa data yang di perjual belikan itu, beberapa diantaranya di dominasi dengan tahun kelahiran 1927 – 2001.

“Sejauh sy lihat sih sama tmen2 sharing vision, isinya orang-orang kelahiran di bawah 1927, ada kelahiran 01/01/2001, bisa jadi salah input,” jelasnya.

Namun begitu, sambung Jeff penjualan data penduduk Indonesia bukan kali pertama terjadi, sebelumnya di beberapa platform tertentu telah ada bahkan lebih valid dari data 279 juta saat ini.

“Walau data bisa jadi tidak akurat, namun 279 juta sesuatu jumlah yang luar biasa, kayaknya rajin banget kalau orang bikin data palsu 1 juta data aja (yang lagi sy baca 1 juta data), lebih dahsyat kebocoran data tokped kemarin, ada record di marketplacenya, luarbiasah,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here