Deklarasi Maju Pilkada Tangsel, Muhamad Minta Kader PDIP Tak Ragu, Wanto Bahas SK Azmi

0

TANGSEL – Bakal calon Walikota Tangsel Muhamad meminta kader PDIP tak ragu mendukungnya dalam perhelatan Pilkada 2020 mendatang. Demikian diungkapkannya saat deklarasi bersama Rahayu Saraswati di Sekretariat PDIP Tangsel, BSD, Serpong, Selasa (11/8).

“Saya minta para kader PDIP tidak ada keraguan lagi pada saya. Saya siap dimerahkan bahkan dengan semerah-merahnya,” ucap Muhamad dalam orasinya.

Ia juga mengatakan, kepercayaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap dirinya dalam Pilkada tidak akan disia-siakannya.

“Kesempatan tidak datang dua kali, barangkali saat ini kita buktikan, peluang yang kita ambil, kita maksimalkan. Para relawan yang sudah berjuang mari kita maksimalkan,” ujarnya.

BACA JUGA: PSBB Tangsel Terus Diperpanjang, Ini Kata Rahayu Saraswati

Sementara itu di lokasi yang sama, Wanto Sugito, ketua DPC PDIP Tangsel kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan terus membangun komunikasi guna mendapatkan dukungan partai lainnya.

“Komunikasi kepada partai amanat nasional (PAN) sih sudah di bangun, yang pasti itu sudah ada empat partai, PDIP, Gerindra, Hanura dan Nasdem. Kepada partai berkarya juga sudah kami komunikasikan,” ucap Wanto

Ia melanjutkan, selain acara deklarasi, Wanto juga menyinggung surat rekomendasi pembatalan SK antara pasangan Muhamad – Azmi Abubakar.

“Tadi juga membahas rekomendasi pembatalan SK, pak Azmi juga sudah dipanggil oleh sekjen. Bila ada kesalapahaman, itu bagian dari proses komunikasi dalam dinamika politik. Kami tidak ada masalah dengan pak Azmi, beliau adalah sahabat saya sejak tahun 98,” tambahnya.

BACA JUGA: Dari Mantan Lurah hingga Fraksi PDIP DPRD Tangsel Dukung Muhamad-Rahayu

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rakercabsus yang melibatkan 1000 pengurus ranting, anak ranting, pimpinan anak cabang (PAC), DPC, Fraksi, dan badan sayap.

Dan juga dalam waktu tiga hari kedepan 2965 simpul di buat, dan focus menyiapkan relawan di tiap tempat pemungutan suara (TPS) di kalikan dua menjadi kisaran 5800 dan juga satu saksi kemudian satu penggerak pemilih (grakli) yang akan di tugaskan untuk door to door.

Dari pantauan media di lapangan, Pembatasan Status Berskala Besar jilid delapan yang di gembar-gemborkan pemkot Tangsel kurang di indahkan oleh sebagian para kader partai. Masih masuk dalam zona merah, alih-alih menjaga jarak belum berhasil di terapkan oleh para calon pemimpin Tangsel kedepan. (Adt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini