Aksi Mahasiswa dalam Organisasi PPK, Serukan Sekda di Pecat

0

Serang, Aksi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pemantau Pelaku Korupsi (PPK) gelar aksi unjuk rasa (Unras) di pintu masuk menuju Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Curug, Kota Serang. Mendesak Gubernur Banten Wahidin Halim, agar memecat Sekretaris daerah (Sekda) Banten, Al Muktabar, karena dianggap menjadi biang kegaduhan tataran birokrasi di Pememerintahan Provinsi Banten. (12/3)

Koordinator Aksi, Asep Ahmad Fauzi, beranggapan, sejak Banten memiliki Sekertaris daerah (Sekda) baru, tatanan birokrasi di Pemprov Banten menjadi acak-acakan.

“Banyak penjabat yang dijadikan Pelaksana Tugas (Plt) dan banyaknya kekosongan jabatan. Sekda selaku Kepala Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) terbukti tidak mampu dan malah membuat kegaduhan,” kata Asep, dalam aksi tersebut dalam orasinya.

Asep juga mengkritisi soal adanya dugaan settingan dalam proses lelang jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang dipimpin Sekda Banten selaku Ketua tim panitia seleksi.

Menurut Asep, proses lelang jabatan yang dilakukan oleh Sekda Banten terindikasi settingan dan hanya menghamburkan uang negara untuk membiayai prosesnya.

“Saat awal Sekda Banten dilantik, kami semua memiliki harapan besar karena melihat track record sebagai pejabat pusat dan pengalaman yang mumpuni. Namun nyatanya, harapan kita hilang seiring buruknya kinerja Sekda Banten,” kata Asep.

Asep pun mendesak, agar Gubernur Banten Wahidin Halim mengusulkan kepada pemerintah pusat, untuk mengganti Sekda Banten Al Muktabar dengan pejabat yang baru dengan kemampuan dan komitmen melakukan pembenahan di tataran birokrasi Pemprov Banten.

“Bila perlu diganti, karena mau setahun perjalanan Al Muktabar menjabat tidak ada perubahan. Masih banyak orang Banten yang mampu menjadi Sekda,” tegasnya.

Mahasiswa membawa sejumlah spanduk dan kertas karton yang bertuliskan tuntutan. Tidak hanya itu saja, para pendemo pun meneriakan secara beramai-ramai agar mengusir Sekda Al Muktabar dari Banten.

“Pecat Sekda Banten, usir Sekda dari Banten,” teriak pendemo secara berulang-ulang.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Sekda Banten Al Muktabar terkait aksi tersebut, masih belum merespon. saat dihubungi oleh beberapa awak media melalui pesan singkat, Sekda Banten Al Muktabar belum membalas kendati pesan sudah terkirim.

Ditempat terpisah Ojat selaku LSM Mahabidik Banten terkait beberapa Mahasiswa mendemo usir sekda dari banten, dirinya tidak menyalahkan sepenuhnya kepada Sekda Banten soal kekosongan kepala pejabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Banten, pasalnya Gubernur Banten pun diduga terlibat dengan kekisruhan soal birokrasi dipemerintahan provinsi Banten.

“Kan Gubernur Banten selaku Pejabat Pembuat Komiten (PPK), pastilah Sekda Banten melaporkannya ke Gubernur dan tidak main sendiri. karna gubernur User nya yang memutuskan siapa yang terpilih dari pejabat tersebut,” ujar Ojat saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Ditempat lokasi Aksi unjukrasa mahasiswa tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari petugas kepolisian, Usai puas berorasi mahasiswa pun akhirnya membubarkan diri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini